Bupati Jembrana Soroti Isu Penting dalam Lomba Layang-Layang yang Dipersoalkan

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap penyelenggaraan lomba layang-layang yang didanai oleh pemerintah daerah. Dalam pernyataannya, ia mengaku kecewa dengan kualitas dan profesionalisme acara tersebut, yang seharusnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Kritik terhadap Penyelenggaraan Lomba
Pada kesempatan itu, Bupati Kembang menyatakan bahwa ia hadir langsung di lokasi lomba yang berlangsung di pantai Desa Pengambengan. Menurutnya, penyelenggaraan yang didukung oleh anggaran pemerintah ini dilakukan dengan sangat sembarangan. “Saya merasa kegiatan ini tidak terorganisir dengan baik,” ungkapnya saat memberikan penilaian di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, pada hari Senin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesionalisme panitia yang berasal dari Kite Pelangi Jembrana patut dipertanyakan, terutama dalam hal manajemen teknis, koordinasi, serta transparansi dalam penilaian lomba yang berlangsung pada tanggal 30 Agustus lalu.
Standar Tinggi yang Diharapkan
Bupati Kembang menjelaskan bahwa karena lomba layang-layang ini diselenggarakan oleh sebuah organisasi, seharusnya acara ini memiliki standar yang lebih tinggi dan dikelola secara profesional. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas acara dan menarik lebih banyak perhatian dari masyarakat serta pengunjung.
Dia menambahkan, situasi saat lomba berlangsung sangat disayangkan karena dapat berdampak negatif terhadap potensi pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang seharusnya mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.
Dampak Negatif pada UMKM
Bupati Kembang menyoroti bahwa kehadiran pengunjung yang minim membuat UMKM lokal, seperti pedagang kecil, tidak mendapatkan keuntungan dari acara yang diselenggarakan. “Kami telah memberikan dukungan dana dengan harapan kegiatan ini mampu meningkatkan perekonomian UMKM sekaligus menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya dengan membandingkan acara lomba layang-layang ini dengan kegiatan lain yang lebih kecil namun dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, acara-acara kecil pun dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar.
Pentingnya Pembenahan dalam Penyelenggaraan
Menyusul permasalahan yang terjadi, Bupati Kembang meminta agar dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap panitia penyelenggara lomba layang-layang. Ia berharap agar kegiatan serupa di masa depan dapat memenuhi harapan semua pihak yang terlibat dan memberikan dampak positif bagi daerah.
“Kita perlu bersikap profesional, serius, dan transparan dalam setiap acara yang diselenggarakan oleh organisasi di Jembrana. Ini berkaitan erat dengan reputasi daerah kita,” tegasnya.
Keluhan Peserta Lomba
Kekecewaan Bupati Kembang juga sejalan dengan keluhan yang disampaikan oleh para peserta lomba. Mereka mengungkapkan bahwa panitia penyelenggara kurang profesional, terutama dalam proses penentuan juara. Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam manajemen lomba yang perlu segera diatasi.
Peserta merasa bahwa penilaian yang dilakukan tidak adil dan tidak transparan, sehingga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan mereka. Penyelenggaraan acara yang baik seharusnya mampu memberikan pengalaman positif bagi semua pihak, baik bagi peserta maupun penonton.
Menjaga Nama Baik Daerah
Kualitas penyelenggaraan acara-acara seperti lomba layang-layang sangat penting untuk menjaga nama baik daerah. Kegiatan yang kurang terorganisir dapat merusak citra Jembrana sebagai daerah yang memiliki potensi wisata yang menarik.
- Perlu adanya evaluasi mendalam terhadap panitia penyelenggara.
- Standar tinggi dalam penyelenggaraan harus diterapkan.
- Transparansi penilaian sangat penting untuk kepercayaan peserta.
- Partisipasi UMKM perlu dimaksimalkan dalam setiap acara.
- Kerjasama antara pemerintah dan organisasi harus ditingkatkan.
Dengan memperhatikan berbagai aspek ini, diharapkan penyelenggaraan lomba layang-layang dan acara-acara lainnya di Jembrana dapat lebih baik di masa depan. Hal ini tidak hanya akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi peserta dan penonton, tetapi juga akan berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal.
Kesimpulan
Pentingnya profesionalisme dalam penyelenggaraan lomba layang-layang tidak dapat diabaikan. Dengan adanya kritik dan saran dari Bupati Jembrana, diharapkan akan ada perubahan signifikan yang mengarah pada peningkatan kualitas acara di masa mendatang. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi demi menciptakan acara yang tidak hanya menarik tetapi juga bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Waktu untuk Meningkatkan Kesehatan Mental di Era Aktivitas Modern
➡️ Baca Juga: Citra Berprestasi Berkat Sekolah Rakyat: Kisah Inspiratif Prabowo yang Menginspirasi




