slot depo 10k slot depo 10k
Hiburan

Steve Lacy Mengalami Rasa Ngantuk Saat Penampilan di LaLaLa Festival 2026

Jakarta – Festival musik LaLaLa 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara, menjadi saksi penampilan menarik dari Steve Lacy, seorang solois berbakat asal Amerika Serikat. Pada hari kedua festival, yang digelar pada 23 Agustus 2026, Lacy berhasil menarik perhatian ribuan penonton yang telah menantikan penampilannya. Meskipun saat itu ia mengaku merasakan rasa ngantuk, energi penonton yang menggelegar tetap membangkitkan semangatnya untuk memberikan penampilan yang tak terlupakan.

Penampilan Steve Lacy di LaLaLa Festival 2026

Pukul 23.00 WIB menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Sekitar 15 menit sebelum penampilannya, area VIP di LaLaLa Stage sudah dipenuhi oleh penggemar yang antusias. Ketika lampu panggung padam, suara petikan gitar dari lagu “Bad Habit” mulai mengisi udara festival. Lacy, dengan gaya khasnya, menyapa penonton dengan ramah, meski ia sempat melontarkan candaan tentang kesulitan mengingat beberapa lirik lagu. Suara penonton yang bernyanyi bersama membuat suasana semakin meriah.

“Apa kabar, Jakarta! Nama gua Steve Lacy,” ucapnya sambil tersenyum. Setelah menyapa, ia melanjutkan penampilannya dengan sejumlah lagu dari album terbarunya, “Oh Yeah?”, termasuk “The Feeling”, “doom”, dan “is it cool”. Tidak hanya itu, Lacy juga menyuguhkan beberapa lagu hits dari album sebelumnya, “Gemini Rights” (2022), seperti “helmet”, “buttons”, dan “static”.

Rasa Ngantuk di Atas Panggung

Meskipun penampilannya dipenuhi dengan lagu-lagu yang dicintai penggemar, beberapa penonton mulai memperhatikan bahwa Lacy terlihat tidak seenergik biasanya. Ia lebih sering memainkan potongan lagu daripada menyelesaikannya secara utuh. Di tengah penampilan, Lacy membuka diri kepada penonton, “Apa kabar, kalian? Jujur aja, gua ngantuk banget, guys… Ayo bikin keributan dong!”

Menariknya, daripada mengikuti setlist yang telah disusun, Lacy memutuskan untuk menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia meminta kepada penggemar untuk menyebutkan lagu-lagu yang ingin mereka dengar dan mendengarkan permintaan mereka. Dengan semangat, ia membawakan bagian reff dari beberapa lagu dari berbagai tahun karirnya, mulai dari “N SIDE” (2019), “nothing” (2026), “Infrunami” (2020), hingga “C U GIRL” (2015).

Bahkan, Lacy mengungkapkan bahwa “C U GIRL” adalah lagu yang belum pernah ia bawakan sebelumnya dalam tur ini, menunjukkan betapa spontan dan fleksibelnya ia dalam berinteraksi dengan penggemarnya. “Gue sempet ngotak-atik setlist setelah albumnya keluar. Nyoba bikin urutan secara spontan aja. Jujur gak rekomen karena gua ngeliat beberapa yang udah gua keluarin dari setlist, tapi kalian tulis lagi,” jelasnya kepada penonton.

Respons Penonton yang Meriah

Setiap kali Lacy membawakan lagu-lagu lawas, suasana semakin menggembirakan. Terlihat beberapa penggemar berteriak histeris saat lagu favorit mereka diputar, menciptakan atmosfer yang penuh semangat. Interaksi ini jelas menjadi salah satu momen paling menarik dalam penampilan malam itu, di mana penonton dan Lacy seolah menjadi satu kesatuan dalam menikmati musik.

Tutup Penampilan dengan Energi Tinggi

Menjelang akhir penampilannya, Lacy membawakan beberapa lagu lainnya seperti “lovesexdrugbomb” dan “Sunshine” sebelum mengambil jeda sejenak untuk mengganti pakaian. Setelah kembali ke panggung, ia melanjutkan dengan “Nice Shoes / In Your World”, “Dark Red”, dan “Oh Yeah?”. Momen ini sangat dinanti oleh penggemar, terutama ketika Lacy mengajak penonton untuk bernyanyi bersama, terutama pada bagian lirik “Come on, come on, come on” yang terkenal.

Ketika beberapa penonton mulai meninggalkan area festival, Lacy tampaknya belum ingin menghentikan penampilannya. Ia kembali menyanyikan “The Feeling” sebagai penutup yang manis. “Gua cinta kalian. Selamat malam,” ujar Lacy, menutup malam yang penuh kenangan bagi para penggemar yang hadir.

Kesimpulan dari Penampilan Steve Lacy

Penampilan Steve Lacy di LaLaLa Festival 2026 tidak hanya menjadi momen penting bagi penggemar musik, tetapi juga menunjukkan bagaimana seorang artis dapat beradaptasi dan tetap terhubung dengan penontonnya meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. Meskipun mengaku ngantuk, Lacy berhasil memberikan pertunjukan yang penuh interaksi dan spontanitas, menunjukkan dedikasi dan cinta terhadap musik serta penggemarnya.

Festival ini kembali mengingatkan kita bahwa musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan orang-orang, menciptakan kenangan indah, dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Steve Lacy telah membuktikan bahwa meskipun tantangan mungkin ada, semangat dan cinta untuk musik dapat mengatasi segala rintangan.

➡️ Baca Juga: Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Hadiah Spesial Lebaran Eid

➡️ Baca Juga: Dukung Persib VS Arema Dari Rumah, Farhan Ajak Aremania Jaga Sportivitas

Related Articles

Back to top button