Pengamat Politik Unair Surabaya, Airlangga Pribadi, Tutup Usia di Jakarta

Kabar duka yang menyentuh datang dari Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya. Airlangga Pribadi Kusman, seorang dosen terkemuka di Departemen Politik FISIP Unair yang juga dikenal sebagai pengamat politik, telah berpulang pada Rabu, 9 September. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawat dan mahasiswa yang telah mendapatkan inspirasi dari pemikiran dan karya-karyanya.
Kepergian yang Mengejutkan
Airlangga Pribadi menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Sebelumnya, ia mengalami serangan stroke yang terjadi di sekitar Stasiun Gambir, Jakarta. Setelah kejadian tersebut, beliau segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Meskipun telah mendapatkan pertolongan medis, beliau dalam keadaan koma sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, jenazahnya masih berada di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat.
Profil dan Kontribusi Akademik
Airlangga Pribadi Kusman adalah sosok yang sangat dihormati di lingkungan akademik Universitas Airlangga, dengan gelar S.IP., M.Si., dan Ph.D. dalam bidang politik ekonomi kritis. Keahlian beliau membuatnya menjadi salah satu pengamat politik unair yang terkemuka dan sangat berpengaruh dalam studi politik di Indonesia.
Aktivitas Akademik dan Penelitian
Di dalam kampus, Airlangga terlibat aktif dalam kajian serta diskusi yang membahas isu-isu politik di Indonesia. Karya-karya tulis dan analisisnya telah menjadi referensi penting mengenai berbagai topik, termasuk demokrasi, ekonomi-politik, dan dinamika kekuasaan. Beberapa tema yang sering ia ulas meliputi:
- Perkembangan demokrasi di Indonesia.
- Analisis ekonomi-politik dalam konteks global.
- Pemikiran politik intelektual di era reformasi.
- Dinamika kekuasaan dan kebijakan publik.
- Partisipasi masyarakat dalam proses politik.
Keterlibatan di Luar Kampus
Di luar aktivitas akademik, Airlangga juga menunjukkan dedikasinya melalui keterlibatan dalam berbagai lembaga yang berkaitan dengan pemerintahan dan pemilu. Beliau pernah menjadi anggota tim seleksi untuk KPU-Bawaslu RI dan juga menjabat sebagai staf ahli di Kementerian Desa dan Transmigrasi. Pengalaman ini membuatnya semakin paham tentang dinamika politik yang terjadi di tingkat praktis.
Penerbitan Karya Tulis
Airlangga tidak hanya dikenal sebagai akademisi, tetapi juga sebagai penulis yang produktif. Salah satu karya yang paling dikenal adalah bukunya yang berjudul The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia’s Post-Authoritarian Era, yang diterbitkan oleh Palgrave Macmillan pada tahun 2019. Buku ini menjadi salah satu sumbangsih penting dalam kajian politik Indonesia, mengupas hubungan antara intelektual dan politik pasca-otoritarian.
Dampak Kepergian Airlangga Pribadi
Kepergian Airlangga Pribadi Kusman menjadi kehilangan yang sangat berarti bagi sivitas akademika Universitas Airlangga dan seluruh kalangan yang mengikuti kontribusinya sebagai pengamat politik. Banyak mahasiswa dan rekan sejawat yang merasa kehilangan sosok mentor yang selalu siap memberikan bimbingan dan inspirasi. Pemikiran dan karya-karyanya akan terus dikenang dan menjadi rujukan dalam studi politik di Indonesia.
Pengaruh di Lingkungan Akademik dan Masyarakat
Airlangga Pribadi telah meninggalkan jejak yang mendalam di dunia akademis dan masyarakat. Beberapa pengaruhnya yang signifikan antara lain:
- Mendorong partisipasi mahasiswa dalam kajian politik.
- Meningkatkan kesadaran politik di kalangan masyarakat.
- Menjadi jembatan antara akademisi dan praktisi politik.
- Melahirkan pemikiran-pemikiran kritis dalam politik.
- Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan publik.
Dengan berbagai kontribusi dan dedikasinya, Airlangga Pribadi Kusman tidak hanya dikenang sebagai seorang akademisi, tetapi juga sebagai pengamat politik unair yang telah memberikan banyak pengaruh positif bagi banyak orang. Semoga warisan pemikiran dan karya-karyanya terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang dalam memahami dan mengembangkan politik di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Gubernur Mirza Ajak APTISI Sinergi Tingkatkan SDM dan Ekonomi Daerah secara Efektif
➡️ Baca Juga: Beckham Putra Sampaikan Strategi Persib Raih Poin Maksimal di Padang Meski Cuaca Ekstrem




