Gubernur Mirza Ajak APTISI Sinergi Tingkatkan SDM dan Ekonomi Daerah secara Efektif

Dalam era globalisasi yang berkembang pesat saat ini, tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi daerah menjadi semakin kompleks. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyadari hal ini dan mengajak perguruan tinggi swasta untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat tercapai peningkatan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tingkat daerah, terutama di desa-desa yang sering terabaikan.
Sinergi antara Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Gubernur Mirza mengungkapkan pentingnya kerjasama antara perguruan tinggi swasta dan pemerintah dalam memperkuat SDM. Dalam acara Silaturahmi dan Ramah Tamah bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung, yang berlangsung di Aula Mahan Agung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh daerah.
Dalam konteks ini, perguruan tinggi didorong untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah. Hal ini mencakup peningkatan nilai tambah komoditas lokal dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik bagi masyarakat.
Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM
Gubernur Mirza percaya bahwa kunci untuk memajukan daerah terletak pada peningkatan kualitas SDM. Ia menyatakan bahwa dalam menghadapi rencana Indonesia Emas 2045, peningkatan kualitas SDM menjadi sangat penting. Menurut proyeksi, Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, bahkan berada di peringkat keempat atau kelima dalam hal Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mirza mencontohkan Provinsi Lampung yang memiliki potensi ekonomi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kesejahteraan dan kualitas SDM. Ia menegaskan bahwa kekayaan dan pertumbuhan ekonomi tidak akan otomatis memberikan kemakmuran jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM.
Membangun Ekonomi yang Inklusif
Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya perubahan struktur ekonomi di Lampung. Salah satu masalah yang dihadapi adalah banyaknya komoditas yang keluar dari desa dalam bentuk bahan mentah. Komoditas ini kemudian diproses di luar daerah menjadi produk bernilai tambah, yang akhirnya kembali ke masyarakat dengan harga yang jauh lebih tinggi.
- Proses pengolahan komoditas mentah di desa
- Peningkatan kapasitas SDM di tingkat desa
- Pemanfaatan teknologi yang tepat guna
- Pembangunan unit usaha berskala kecil
- Pengembangan mesin pengering untuk komoditas
Mirza menjelaskan bahwa untuk mengatasi masalah ini, pembangunan ekonomi harus dilakukan dari bawah atau secara bottom-up. Pemerintah dapat mendorong terbentuknya unit usaha kecil di desa dengan memanfaatkan teknologi yang efisien dan tepat guna. Salah satu contohnya adalah pengembangan mesin pengering yang dapat digunakan untuk berbagai komoditas di desa.
Program “Satu Desa, Satu Sarjana”
Untuk lebih memperkuat kualitas SDM di tingkat desa, Pemprov Lampung sedang menyiapkan program “Satu Desa, Satu Sarjana” yang direncanakan dimulai pada tahun 2027. Melalui program ini, diharapkan setiap desa akan memiliki setidaknya satu sarjana yang berasal dari desa tersebut. Mereka akan mendapatkan pendidikan dengan dukungan pemerintah dan diharapkan dapat kembali ke desa mereka untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di tingkat desa. Gubernur Mirza menekankan pentingnya generasi muda yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, seperti teknologi, industri, dan pertanian modern.
Pendidikan Vokasi dan Keterampilan
Pendidikan vokasi dan berbasis keterampilan juga menjadi bagian integral dalam pengembangan SDM di Lampung. Gubernur Mirza menggarisbawahi bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan SDM, sementara perguruan tinggi harus menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang relevan.
Dunia usaha juga memiliki peran penting dalam membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan. Dengan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, Mirza yakin dampak positif yang dihasilkan akan jauh lebih besar.
Kolaborasi untuk Masa Depan Lampung
Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemprov Lampung terbuka untuk berkolaborasi dengan APTISI dan seluruh perguruan tinggi swasta. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendesain masa depan Lampung, tidak hanya menunggu perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
“Mari kita bersama-sama mendesain masa depan. Kita tidak hanya menunggu perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” imbuhnya. Dengan upaya kolaboratif ini, diharapkan SDM dan ekonomi daerah dapat meningkat secara efektif, memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kesimpulan
Dengan menggandeng perguruan tinggi swasta dan fokus pada peningkatan kualitas SDM serta ekonomi yang inklusif, Gubernur Mirza berkomitmen untuk menjadikan Lampung sebagai daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Melalui sinergi ini, diharapkan potensi besar daerah dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Taylor Swift Mendominasi Spotify, Artis dengan Lagu Terbanyak Diputar di Tahun Ini
➡️ Baca Juga: Bank BJB Dorong Kartini Masa Kini untuk Melek Digital Melalui Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM




