Underpass Batutulis Akan Beroperasi Lagi Setelah Kerja Sama Pemkot Bogor dan Kemenhub

Kota Bogor tengah bersiap menjadikan kembali underpass Batutulis sebagai jalur transportasi yang vital bagi masyarakat. Kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi kunci dalam mempercepat proses aktivasi underpass ini. Dengan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita yang kini telah mencapai kemajuan 84 persen, harapan untuk membuka kembali akses transportasi di kawasan ini semakin nyata.
Koordinasi untuk Keamanan dan Kenyamanan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan pentingnya koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa underpass Batutulis aman untuk dilalui kendaraan sebelum kembali beroperasi. Proses ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan seluruh aspek yang dibutuhkan untuk aktivasi jalur tersebut.
“Dirjen Perkeretaapian akan mengirimkan tim untuk berkolaborasi dalam mengaktifkan kembali underpass Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita,” ungkap Dedie saat meninjau perkembangan pembangunan trase baru tersebut.
Persiapan Pembukaan Akses Transportasi
Pembicaraan koordinasi ini diadakan sebagai bagian dari langkah-langkah persiapan untuk membuka kembali akses transportasi di kawasan Batutulis. Akses yang sempat terputus akibat longsor dan pergerakan tanah ini kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Dedie menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama dalam setiap tahap persiapan.
Dengan sebagian besar pekerjaan utama pembangunan trase baru telah selesai, Dedie menambahkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan tambahan yang perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Kami berharap pekerjaan besar sudah kami selesaikan. Kini tinggal menyelesaikan pekerjaan tambahan dan kekurangan yang ada,” ujarnya optimis.
Dampak Longsor dan Solusi yang Dihadapi
Perlu diingat bahwa akses Jalan Saleh Danasasmita di kawasan underpass Batutulis sebelumnya ditutup setelah longsor yang terjadi pada 4 Maret 2025. Peristiwa tersebut menyebabkan keretakan yang signifikan dan kerusakan pada badan jalan, sehingga menimbulkan ancaman bagi keselamatan pengguna kendaraan.
Menurut hasil identifikasi awal dari Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat, kerusakan yang terjadi berkaitan erat dengan beberapa faktor, antara lain:
- Keberadaan mata air di bawah badan jalan
- Curah hujan yang tinggi
- Kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan
- Kondisi tanah yang tidak stabil
- Pergerakan tanah yang terus berlangsung
Melihat kondisi tanah yang semakin tidak stabil, pemerintah memutuskan untuk membangun trase alternatif Jalan Saleh Danasasmita. Keputusan ini diambil dengan tujuan untuk memulihkan kembali akses transportasi masyarakat di wilayah Bogor Selatan.
Progres Pembangunan Trase Baru
Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, menyampaikan bahwa progres pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita kini telah mencapai 84 persen. Pencapaian ini menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan progres sebelumnya.
Andi melaporkan bahwa terdapat peningkatan sekitar lima persen dalam progres pembangunan sejak awal bulan ini. Hal ini memberikan optimisme bahwa seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. “Sejak Rabu kemarin, sudah ada kenaikan sekitar 5 persen. Kami berharap dengan dukungan semua pihak, trase baru ini, termasuk taman dan kawasan Leuweung, dapat selesai tepat waktu,” tambahnya.
Penataan Lingkungan dan Fasilitas Pendukung
Andi juga menjelaskan bahwa penyelesaian pembangunan tidak hanya terbatas pada badan jalan, tetapi juga mencakup penataan taman dan kawasan Leuweung Batutulis. Ini adalah bagian dari upaya pengembangan lingkungan yang lebih baik di sekitar trase baru. Penataan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan estetika yang lebih baik bagi masyarakat serta pengguna jalan.
Pengawasan dan Dukungan dari DPRD
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, juga turut serta dalam meninjau perkembangan pembangunan tersebut. Keterlibatan DPRD dalam pengawasan ini adalah bentuk dukungan untuk memastikan akses jalan yang telah lama dinantikan masyarakat dapat segera digunakan. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Bogor dan Kemenhub dalam mengaktifkan kembali underpass Batutulis adalah contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan adanya upaya ini, diharapkan dapat mengembalikan fungsi underpass sebagai jalur strategis yang mendukung mobilitas warga. Selain itu, penyelesaian proyek ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Masa Depan Underpass Batutulis
Setelah melalui berbagai tahapan pembangunan dan perbaikan, masa depan underpass Batutulis kini berada di ambang harapan. Dengan investasi yang dilakukan oleh pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan underpass ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai simbol ketahanan dan kemajuan infrastruktur di Kota Bogor.
Dalam waktu dekat, masyarakat dapat kembali menikmati akses yang lebih baik, dan mobilitas di kawasan Batutulis akan semakin lancar. Ini adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah, serta memberikan kemudahan bagi pengguna jalan.
Dengan komitmen dari semua pihak yang terlibat, underpass Batutulis diharapkan dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Mari kita nantikan hari-hari ketika underpass ini kembali beroperasi dan menjadi bagian penting dari perjalanan sehari-hari warga Kota Bogor.
➡️ Baca Juga: Ulasan Lengkap Proyektor Mini Terbaru untuk Nonton Bareng di Berbagai Lokasi
➡️ Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Kapal Perusak Angkatan Laut Kedua Saat AS dan Sekutu Latihan Militer




