slot depo 10k
Nasional

PLN Resmi Alirkan Listrik ke Huntara untuk Penyintas Banjir di Nagan Raya

PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jeuram telah memulai proses penormalan aliran listrik ke sejumlah titik hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan dan aksesibilitas yang lebih baik bagi penyintas bencana.

Proses Penyambungan Listrik Secara Bertahap

Menurut Manajer PLN ULP Jeuram, Syamsul Rizal, penyambungan listrik dilakukan secara bertahap sesuai dengan selesainya pembangunan fisik dari bangunan huntara tersebut. Dengan kata lain, listrik akan segera dialirkan ke hunian yang sudah siap untuk dihuni.

“Kami berkomitmen untuk segera menyalakan listrik pada unit-unit yang telah siap, meskipun pembangunan huntara belum sepenuhnya selesai,” ungkapnya. Proses ini dirancang dengan tujuan agar setiap penyintas dapat segera merasakan manfaat dari listrik, yang sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari.

Fokus pada Unit yang Siap Huni

Syamsul menjelaskan bahwa setiap unit huntara yang telah rampung dibangun akan langsung disambungkan arus listriknya. “Setiap lokasi yang sudah selesai akan kami nyalakan bertahap,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, diharapkan seluruh masyarakat yang terdampak banjir dapat segera menikmati fasilitas listrik yang layak.

Kategori Bangunan Huntara

Penyediaan listrik di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang mencakup dua kategori bangunan huntara. Pertama adalah huntara mandiri, yang merupakan bangunan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Kategori kedua adalah huntara yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk unit bangunan komunal yang terdiri dari satu bangunan dengan lima pintu.

Koordinasi dan Data Penyambungan

PLN terus berupaya melakukan koordinasi terkait data desa dan jumlah unit huntara yang siap untuk dialiri listrik. Saat ini, fokus utama mereka juga diarahkan pada lokasi-lokasi pengungsian yang masih bergantung pada tenda. “Kami sedang dalam proses pembangunan jaringan listrik untuk pengungsian yang menggunakan tenda,” jelas Syamsul.

Upaya Memastikan Akses Listrik yang Layak

Pihak PLN berkomitmen untuk memastikan bahwa semua warga yang terdampak banjir dapat segera mendapatkan akses listrik yang layak. Proses penyambungan arus listrik ke lokasi huntara dilakukan secara bertahap seiring dengan selesainya pembangunan unit-unit hunian tersebut.

Data Pengungsi di Nagan Raya

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, saat ini terdapat sekitar 379 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang masih tinggal di tenda pengungsian. Mereka masih menunggu selesainya proses pembangunan huntara yang dikerjakan oleh BNPB melalui berbagai vendor.

Beberapa pengungsi di daerah tersebut saat ini masih mengandalkan sarana penerangan seadanya di malam hari, karena pemerintah terus berupaya memperbaiki jaringan listrik dan memasok listrik ke lokasi huntara yang sedang dalam tahap pembangunan.

Dukungan dari BNPB dan Pemkab Nagan Raya

Walaupun banyak yang masih tinggal di tenda pengungsian, BNPB dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus berupaya memenuhi kebutuhan para penyintas bencana di lokasi tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan ini.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Pemerintah terus berkolaborasi dengan PLN untuk memastikan bahwa seluruh penyintas bencana di Nagan Raya mendapatkan akses listrik yang memadai. Proses ini tidak hanya penting untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung pemulihan yang lebih cepat bagi masyarakat yang terkena dampak.

Dengan adanya aliran listrik di huntara, diharapkan penyintas dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik, termasuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar.

Komitmen Jangka Panjang

PLN berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terkait penyambungan listrik di huntara. Hal ini demi memastikan bahwa setiap unit yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami akan terus berupaya agar seluruh warga terdampak bisa segera mendapatkan layanan listrik yang layak,” tegas Syamsul Rizal.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana bisa berjalan lebih cepat dan efektif. Akses listrik di huntara menjadi salah satu elemen krusial dalam membantu mereka membangun kembali kehidupan mereka pasca bencana.

➡️ Baca Juga: Sword Art Online: Gema Aincrad, Mengambil Latar Hanya di Dua Lantai Pertama

➡️ Baca Juga: Top 5 Tempat Wisata di Bandung 2026 yang Wajib Dikunjungi di Waktu Libur Lebaran

Related Articles

Back to top button