slot depo 10k slot depo 10k
Rona

FSKN Selenggarakan Pameran Lukisan “Revitalisasi Keraton Nusantara” untuk Kenali Budaya Lokal

Jakarta – Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) baru-baru ini meluncurkan pameran lukisan yang bertajuk “Revitalisasi Keraton Nusantara”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FSKN dan sejumlah seniman dari Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Himpunan Pelukis Jakarta (Hipta), serta Asosiasi Pelukis Nusantara (Aspen). Tujuan dari pameran ini adalah untuk memperkenalkan dan menjaga kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Tujuan Pameran: Melestarikan Warisan Budaya

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dan Pameran Lukisan FSKN, Dedi Yusmen, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan manifestasi dari komitmen kolektif untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang yang merupakan dasar identitas bangsa Indonesia.

“Kita seringkali melupakan bahwa Nusantara dulunya adalah pusat peradaban dan kebudayaan yang kaya. Dengan pergeseran zaman, banyak di antara kita yang kehilangan jejak dari akar budaya kita. Kearifan lokal telah terbukti sebagai sistem yang relevan dan akurat, yang pada akhirnya menyumbang pada pembentukan Republik Indonesia,” ungkap Dedi saat acara pembukaan pameran lukisan ini di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, pada tanggal 24 April.

Detil Pameran: Waktu dan Tempat

Pameran lukisan ini berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 April di Gedung AHC, Jakarta Pusat. Dalam pameran ini, penonton tidak hanya disuguhkan dengan gaya visual yang beragam, tetapi juga disatukan dalam visi untuk menghidupkan kembali makna keraton di era modern.

Dengan tema revitalisasi, pameran ini menjadi jembatan bagi gagasan untuk merepresentasikan keraton sebagai objek visual yang perlu dihidupkan kembali dalam kesadaran masyarakat.

Partisipasi Seniman

Acara ini melibatkan 44 pelukis dari berbagai komunitas seni di Nusantara, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya FSKN dalam memperjuangkan revitalisasi keraton di seluruh wilayah Indonesia.

Visi FSKN: Kerjasama Strategis dengan Pemerintah

Ketua Umum FSKN, Brigjen Pol (P) AA Mapparessa, menekankan bahwa visi FSKN adalah untuk menjalin kerjasama strategis dengan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan budaya di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

“Kami memilih untuk berperan sebagai mitra strategis bagi pemerintah, dengan tetap menjaga netralitas. Para raja dan sultan di masing-masing wilayah berfungsi sebagai penyejuk dalam menyelesaikan konflik yang mungkin muncul,” papar Mapparessa.

Pameran: Lebih dari Sekadar Karya Seni

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar event seni, tetapi juga bertujuan untuk menyelaraskan kultur keraton yang kaya dengan kemajuan teknologi di kehidupan modern saat ini.

“Apa yang kami lakukan bukanlah untuk mengembalikan kejayaan kerajaan atau keraton yang lalu, melainkan untuk mengoptimalkan aset yang ada di masing-masing kerajaan dan kesultanan tersebut. Ini diharapkan dapat menjadi sumber devisa yang membantu masyarakat,” tambah Mapparessa, menjelaskan inti dari kegiatan ini.

Menghidupkan Kembali Keraton di Era Kontemporer

Pameran lukisan “Revitalisasi Keraton Nusantara” tidak hanya sekadar pameran seni, tetapi juga merupakan sebuah gerakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keraton yang kian dilupakan. Dalam era modern ini, penting bagi masyarakat untuk mengenali dan memahami warisan budaya yang ada, agar tidak hanya menjadi sejarah yang terpencil.

  • Menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal.
  • Menyatukan seniman dari berbagai latar belakang.
  • Memberikan platform bagi pelukis untuk mengekspresikan kreativitas.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya lokal.
  • Menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas.

Peran Teknologi dalam Pelestarian Budaya

Dengan kemajuan teknologi yang pesat, FSKN juga berupaya untuk mengintegrasikan teknologi dalam pelestarian budaya. Ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai keraton dan budaya lokal lainnya.

“Kami percaya bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam mendekatkan masyarakat dengan warisan budaya mereka. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak orang,” ujar Dedi Yusmen.

Menjangkau Generasi Muda

Untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya ini tidak terlupakan, penting untuk melibatkan generasi muda dalam kegiatan-kegiatan seperti pameran ini. FSKN berusaha untuk menciptakan program-program pendidikan yang dapat menarik minat anak-anak muda terhadap budaya lokal.

“Kami ingin generasi muda merasakan kedekatan dengan sejarah dan budaya mereka. Mereka adalah penerus yang akan membawa nilai-nilai ini ke masa depan,” jelas Mapparessa.

Kesimpulan: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya

Pameran lukisan “Revitalisasi Keraton Nusantara” menjadi salah satu langkah dalam upaya melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya yang ada di Indonesia. Melalui kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan budaya lokal dapat tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Dengan semangat revitalisasi, FSKN berkomitmen untuk menjalankan misinya, agar keraton dan budaya yang melekat padanya tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia di masa kini dan yang akan datang.

➡️ Baca Juga: Üsküdar University Luncurkan Kantor Perwakilan di Indonesia, Mempermudah Akses Studi ke Turki

➡️ Baca Juga: Kemnaker Tingkatkan Peluang Kerja untuk Disabilitas Melalui Program Pelatihan Wirausaha

Related Articles

Back to top button