Pulihkan Perekonomian Aceh Tamiang Pascabencana Melalui Aktivasi Ruang Kreatif Masyarakat

Setelah terjadinya bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang, upaya untuk memulihkan perekonomian daerah ini menjadi semakin mendesak. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengambil langkah proaktif dengan mengaktifkan kembali ruang publik yang terdampak, sebagai sarana untuk mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi lokal, tetapi juga untuk membangun ketahanan dan resiliensi bagi para pelaku ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Pemberdayaan Ekonomi Pascabencana
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan pascabencana merupakan langkah konkret dalam menjalankan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026. Tujuannya adalah untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar kembali beroperasi dan berkembang lebih besar dari sebelumnya.
“Kami hadir untuk mendukung pemberdayaan ekonomi pascabencana. Tanggung jawab kami adalah untuk memastikan ekosistem ekonomi kreatif dapat bergerak dan tumbuh, sekaligus memastikan masyarakat tetap berdaya di tengah situasi yang sulit ini,” ujar Riefky dalam sebuah keterangan resmi.
Aktivasi Ruang Kreatif
Sebagai bagian dari dukungan nyata, Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan lokakarya bertajuk ‘Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih’. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri yang bertugas sebagai Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Ekraf Peduli dengan tema ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’, yang menawarkan pelatihan serta sertifikasi kompetensi dalam memulihkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di daerah yang terdampak bencana.
Pelatihan dan Workshop
Dalam pelaksanaan program ini, metode workshop diterapkan untuk memberikan pembekalan praktis kepada peserta. Materi yang diajarkan mencakup mitigasi risiko, ketahanan usaha, serta strategi promosi digital yang relevan dengan kondisi saat ini.
Materi edukasi ini dipandu oleh Furqan Ishak Aksa, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Samudra yang memiliki keahlian dalam kebencanaan, serta Hardian Lutfi Silitonga, seorang praktisi media digital.
Partisipasi Peserta
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari pengusaha lokal, penggerak komunitas, dan perintis usaha dengan usia antara 18 hingga 45 tahun, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara pelatihan ini. Mereka menyadari pentingnya peningkatan skill untuk mendukung perekonomian Aceh Tamiang yang telah terpuruk akibat bencana.
Riefky menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga harus mencakup penguatan fondasi ekonomi kreatif masyarakat setempat. Sektor ekonomi kreatif dinilai sebagai solusi strategis untuk mengurangi angka pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Peran Sektor Ekonomi Kreatif
“Sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi sebesar 7,3 persen terhadap PDB nasional, dan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Aceh Tamiang,” tambah Teuku Riefky. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sektor ini dalam menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, berharap bahwa upaya peningkatan keahlian yang dijalani oleh peserta dapat membangkitkan kembali produktivitas daerah, terutama di wilayah yang paling parah terdampak, di mana terdapat 103 kantor dan jalan desa yang hancur.
Harapan dan Dampak Positif
Armia menekankan bahwa melalui sektor ekonomi kreatif, peserta diharapkan dapat turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan menghadirkan konten yang positif dan inovatif.
Pelatihan ini dilaksanakan secara tatap muka pada 11-12 September 2026, dibagi dalam dua gelombang guna memastikan efektivitas pembelajaran.
Tujuan Program dan Dampaknya
Hasil yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya ketahanan bisnis lokal pascabencana serta peningkatan kemampuan adaptasi digital bagi para pelaku usaha. Selain itu, diharapkan jejaring antarpelaku ekonomi kreatif semakin solid untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
- Peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta
- Penguatan jejaring antar pelaku ekonomi kreatif
- Peningkatan ketahanan bisnis lokal
- Adaptasi digital yang lebih baik untuk pelaku usaha
- Kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perekonomian Aceh Tamiang dapat pulih dan tumbuh lebih kuat di masa depan, menjadikannya sebagai contoh keberhasilan dalam mengatasi dampak bencana melalui kreativitas dan kolaborasi.
➡️ Baca Juga: Orangtua Perlu Tahu, Bagaimana PP Tunas Membantu Anak Mengurangi Ketergantungan Gadget
➡️ Baca Juga: Peluang Dua Gitaris Seringai Menjadi Personel Tetap, Ini Penjelasannya




