4 Wilayah Penanganan Karhutla Tersulit di Kalbar yang Didominasi Lahan Gambut

Di Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap kali menjadi masalah serius, terutama di lahan gambut. Keberadaan lahan gambut yang luas membuat penanganan karhutla menjadi tantangan yang sangat kompleks. Koordinator Harian Pusat Data dan Informasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut bukanlah hal yang sederhana. “Mengatasi karhutla di lahan gambut itu cukup sulit,” ujarnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas empat wilayah di Kalbar yang sangat sulit untuk menangani karhutla, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pemadaman.
Lahan Gambut dan Tantangan Penanganan Karhutla
Lahan gambut di Kalimantan Barat memiliki luas sekitar 2 juta hektare. Wilayah-wilayah yang paling terdampak dan sulit ditangani saat terjadi kebakaran adalah Kubu Raya, Kayau Utara, Mempawah, dan Ketapang. Daniel menekankan bahwa kesulitan utama dalam penanganan karhutla di lahan gambut terletak pada proses pemadaman api. Meskipun api di permukaan tampak sudah padam, di dalam gambut, api bisa saja masih menyala.
Asap yang dihasilkan dari kebakaran lahan gambut juga menjadi salah satu masalah besar. Meskipun kota Pontianak secara administratif tidak mengalami kebakaran, asap dari kabupaten lain yang terbakar dapat menutupi kota tersebut. “Asap ini terbawa angin dari daerah yang terbakar,” ungkap Daniel.
Pemadaman yang Tidak Sekadar Memadamkan Api
Proses pemadaman karhutla di lahan gambut tidak hanya sebatas memadamkan api yang terlihat di permukaan. Menurut Erfandi, seorang Ahli Madya Kebencanaan BPBD Kalbar, penting untuk memastikan bahwa bagian dalam gambut benar-benar basah agar api tidak muncul kembali. Selama pemadaman di Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, petugas menemukan bahwa meskipun area tersebut sudah dibasahi, masih ada bagian gambut yang menyimpan api.
- Pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.
- Bagian dalam gambut harus benar-benar basah.
- Asap dapat menyebar jauh meskipun kebakaran tidak terjadi di kota.
- Pemadaman yang efektif memerlukan waktu dan perhatian ekstra.
- Proses pembasahan gambut harus dilakukan secara berkelanjutan.
Empat Wilayah dengan Tantangan Tertinggi
Keempat wilayah yang disebutkan tadi memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun semuanya menghadapi tantangan serupa dalam menangani karhutla. Mari kita lihat lebih dalam mengenai masing-masing wilayah ini.
Kubu Raya
Kubu Raya, yang terletak dekat dengan ibu kota provinsi, memiliki lahan gambut yang cukup luas. Aktivitas pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan sering menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Penanganan kebakaran di daerah ini memerlukan kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal untuk mencegah kebakaran sebelum terjadi.
Kayau Utara
Di Kayau Utara, masalah serupa terjadi. Wilayah ini memiliki banyak lahan gambut yang menyimpan potensi kebakaran. Dengan kondisi iklim yang kering, kebakaran dapat dengan cepat meluas jika tidak ditangani dengan baik. Upaya pencegahan kebakaran harus melibatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Mempawah
Mempawah juga merupakan wilayah yang sangat rawan karhutla. Dengan keberadaan lahan gambut yang cukup luas, tantangan penanganan menjadi semakin kompleks. Suasana yang panas dan kering membuat kebakaran bisa cepat menyebar, sehingga tindakan preventif sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko.
Ketapang
Ketapang memiliki lahan gambut yang cukup dalam, yang membuat penanganan kebakaran menjadi lebih sulit. Di daerah ini, tim pemadam kebakaran sering kali menghadapi kesulitan dalam mengakses lokasi kebakaran. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan infrastruktur dan sistem pemantauan agar dapat lebih responsif dalam menangani kebakaran.
Strategi Pemadaman dan Pencegahan Kebakaran
Untuk mengatasi permasalahan karhutla di lahan gambut, diperlukan strategi yang komprehensif. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan kebakaran.
- Penggunaan teknologi untuk pemantauan kebakaran secara real-time.
- Kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan LSM.
- Pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.
- Pembangunan infrastruktur yang mendukung pemadaman kebakaran.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan potensi kebakaran dapat diminimalisir, dan penanganan karhutla di wilayah-wilayah sulit ini dapat berjalan lebih efektif.
Pentingnya Menjaga Kelembaban Gambut
Menjaga kelembaban lahan gambut adalah kunci untuk mencegah kebakaran. Seperti yang dijelaskan oleh Erfandi, setelah pemadaman, penting untuk memastikan bahwa gambut dalam kondisi basah. Proses pembasahan yang mendalam harus dilakukan dengan cara memasukkan air ke dalam lapisan gambut, sehingga mencegah api muncul kembali.
Ketika gambut dalam keadaan basah, kemungkinan munculnya titik api baru akan berkurang secara signifikan. “Kami berharap dengan kondisi gambut yang basah, api tidak akan muncul kembali,” ucapnya. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan lahan gambut yang baik sangat berperan dalam mencegah karhutla.
Kesimpulan
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat, khususnya di wilayah lahan gambut, merupakan tantangan yang kompleks. Dengan memahami karakteristik setiap wilayah dan menerapkan strategi pencegahan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Melalui kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dapat terus ditingkatkan, sehingga kebakaran dapat diminimalisir di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Ulasan Lengkap Proyektor Mini Terbaru untuk Nonton Bareng di Berbagai Lokasi
➡️ Baca Juga: Pajak Kendaraan 2026: Mobil Listrik Tidak Lagi Dikecualikan dari Pajak




