Jakarta – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya telah mengumumkan peluncuran Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) yang merupakan hasil penggabungan antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi. Langkah ini menandai awal dari transformasi signifikan di tingkat fakultas, yang bertujuan untuk menciptakan pendekatan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Ketua Yayasan Unika Atma Jaya, Linus M. Setiadi, menyatakan FBIS dirancang untuk menjadi fakultas yang responsif dan kompetitif di tingkat global. Hal ini akan dicapai melalui penguatan ekosistem akademik yang berfokus pada kolaborasi, integrasi bisnis, prinsip ESG, serta penelitian dan pendidikan yang memiliki dampak nyata.
Transformasi yang Menyentuh Berbagai Aspek
Transformasi yang dilakukan di FBIS mencakup beberapa aspek penting, mulai dari cara berpikir hingga model pembelajaran. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan fakultas ini dapat lebih cepat beradaptasi dengan dinamika yang ada di dunia bisnis dan masyarakat. Linus M. Setiadi menekankan bahwa fakultas ini memiliki potensi besar untuk unggul, dengan pendekatan yang cepat, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan.
“FBIS akan menjadi fakultas yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya dalam sebuah siaran pers. “Dengan pengembangan yang berkelanjutan, kami percaya FBIS dapat menciptakan dampak positif.”
Visi Atma Jaya Emas
Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, menjelaskan bahwa peluncuran FBIS adalah bagian dari agenda transformasi universitas menuju visi Atma Jaya Emas. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keunggulan akademik serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar. Dengan nilai-nilai Unggul dan Peduli yang dipegang, setiap pencapaian fakultas ini diharapkan memiliki arah dan kontribusi yang nyata.
- Mendorong penguatan keunggulan akademik
- Meningkatkan relevansi dengan kebutuhan industri
- Membangun integrasi antara teori dan praktik
- Menjalin kemitraan strategis yang berdampak
- Menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dalam pendidikan
“Dinamika adalah bagian penting dari proses transformasi. Dengan FBIS, kami berharap dapat memperkuat kompetensi yang sesuai dengan perkembangan global dan kebutuhan pasar,” tegasnya.
Ruang Kolaboratif untuk Inovasi
Dekan FBIS, Irenius Dwinanto Bimo, menyampaikan visi untuk menjadikan fakultas ini sebagai ruang kolaboratif yang subur bagi ide-ide dan inovasi. Kehadiran FBIS dimaksudkan untuk mendukung terciptanya berbagai gagasan yang aplikatif dan relevan. Menurutnya, penerapan iklim kolaboratif sangat penting untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di dunia bisnis.
“Kami ingin FBIS menjadi tempat di mana ide-ide terbaik bisa tumbuh dan memberikan dampak positif. Kolaborasi yang sejati lahir dari keterbukaan, kepercayaan, dan komitmen untuk maju bersama,” jelasnya.
Ajakan untuk Berkontribusi
Dalam akhir sambutannya, Bimo mengajak seluruh civitas akademika untuk bersinergi memberikan dukungan terbaik bagi kemajuan fakultas. “Keberanian untuk melangkah dalam ketidakpastian adalah langkah awal menuju penemuan dan perubahan. Mari kita bersama-sama sebagai satu keluarga untuk memberikan manfaat bagi institusi ini,” ungkapnya.
Program Studi yang Variatif
FBIS menawarkan beragam program studi mulai dari jenjang sarjana hingga pascasarjana. Pada jenjang sarjana (S1), program studi yang tersedia meliputi:
- Manajemen
- Akuntansi
- Ekonomi Pembangunan
- Ilmu Komunikasi
- Administrasi Bisnis
- Pariwisata
Di tingkat profesi, FBIS juga menyelenggarakan Program Profesi Akuntansi. Sedangkan untuk jenjang magister, fakultas ini menyediakan program studi seperti Magister Manajemen, Magister Ekonomi Terapan, Magister Administrasi Bisnis, dan Magister Akuntansi.
Peningkatan Relevansi dan Daya Saing
Penggabungan Fakultas menjadi FBIS bukan hanya sekadar restrukturisasi, tetapi merupakan langkah konkret Unika Atma Jaya dalam meningkatkan relevansi dan daya saing di dunia pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, pengembangan fakultas ini diarahkan untuk mewujudkan transformasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peran Strategis FBIS
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan inovasi, FBIS diharapkan dapat menjadi penggerak kontribusi strategis dalam mewujudkan visi Atma Jaya Emas. Fakultas ini tidak hanya berfokus pada kualitas pendidikan, tetapi juga berupaya menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang melahirkan inovasi dan solusi yang dapat memberikan dampak positif di masyarakat,” tambah Bimo. “FBIS adalah langkah maju untuk memastikan bahwa kami tetap relevan dan dapat bersaing di tingkat internasional.”
Dengan semua inisiatif ini, FBIS berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan bisnis dan inovasi sosial, serta berkontribusi dalam menciptakan pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menjadi Pusat Inovasi dan Bisnis
FBIS diharapkan tidak hanya menjadi wadah pendidikan, tetapi juga mampu berfungsi sebagai pusat inovasi di tengah perubahan dunia yang cepat. Melalui berbagai program dan fasilitas yang mendukung, fakultas ini akan menjadi tempat bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan solusi yang relevan dengan tantangan yang ada.
Fasilitas dan Sarana Pendidikan
Untuk mendukung visi ini, FBIS telah menyediakan berbagai fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai. Fasilitas ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran dan inovasi. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi:
- Ruang kelas modern dan nyaman
- Laboratorium komputer yang lengkap
- Pusat penelitian dan pengembangan
- Ruang kolaborasi untuk diskusi dan brainstorming
- Fasilitas olahraga dan rekreasi untuk kesejahteraan mahasiswa
Dengan infrastruktur yang memadai, FBIS berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswanya.
Kerjasama Strategis untuk Sinergi Berkelanjutan
FBIS juga mengedepankan pentingnya kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik dari sektor industri, pemerintah, maupun lembaga pendidikan lainnya. Melalui kemitraan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang berkelanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi fakultas, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Kemitraan adalah kunci untuk mendorong inovasi dan pengembangan. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan solusi yang lebih baik untuk tantangan yang ada,” ungkap Yuda Turana.
Membangun Jaringan Global
Dalam era globalisasi, FBIS juga berkomitmen untuk membangun jaringan internasional yang kuat. Dengan menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan di luar negeri, FBIS berharap dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman internasional dan memperluas wawasan mereka.
“Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan belajar dari pengalaman internasional,” tambah Bimo. “Ini akan menjadi bekal yang berharga bagi mereka di masa depan.”
Menghadapi Tantangan Masa Depan
FBIS menyadari bahwa tantangan di masa depan akan semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, fakultas ini siap untuk beradaptasi dan terus berinovasi agar tetap relevan. Dengan pendekatan yang berbasis kolaborasi, FBIS bertekad untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Kita tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat,” tegas Linus M. Setiadi. “Kami percaya bahwa pendidikan yang baik harus mampu menciptakan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.”
Dengan semua inisiatif dan program yang telah disusun, FBIS Unika Atma Jaya siap untuk menjadi fakultas yang unggul dan berdaya saing di tingkat global, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. Dengan visi yang jelas dan komitmen yang kuat, FBIS akan terus melangkah maju dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Mengatur Waktu Antara Pekerjaan dan Urusan Logistik Rumah dengan Efisien
➡️ Baca Juga: 80.158 Pompa Air Dikirim ke Petani Sebagai Upaya Antisipasi El Nino