Unggas Indonesia Tembus Pasar Global dengan Nilai Ekspor Mencapai Rp18,2 Miliar

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan bahwa pada tahun 2026, terjadi peningkatan signifikan dalam kinerja ekspor komoditas unggas Indonesia. Hal ini menunjukkan potensi besar sektor unggas Indonesia dalam pasar global, sekaligus memperkuat posisi negara sebagai salah satu pemain penting dalam industri ini.

Keberhasilan Unggas Indonesia di Pasar Global

Produk unggas seperti ayam dan telur dari Indonesia kini semakin bersaing di arena internasional. Keberhasilan ini didorong oleh surplus produksi dalam negeri yang stabil serta strategi ekspansi pasar yang agresif dan terencana.

Kepemimpinan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari upaya mencapai swasembada protein hewani. “Saat ini, kita telah mencapai swasembada dalam produksi telur, ayam, beras, dan berbagai komoditas lainnya. Oleh karena itu, kami mendorong peningkatan ekspor ke negara-negara lain,” jelasnya di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Peluang dan Target Ekspor

Amran juga menekankan bahwa pasar ekspor unggas Indonesia terus berkembang. “Saat ini, kita memiliki sepuluh negara tujuan utama untuk ekspor,” tambahnya. Hal ini menunjukkan adanya peluang besar bagi produk unggas Indonesia untuk merambah lebih jauh ke pasar internasional.

Data Ekspor Terbaru

Menurut data terbaru, pada bulan Maret 2026, Indonesia berhasil mengekspor 545 ton produk unggas dengan nilai mencapai Rp18,2 miliar. Negara tujuan ekspor termasuk Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan telur konsumsi, mencapai 517 ton (sekitar 8,13 juta butir), sementara sisanya terdiri dari daging ayam dan berbagai produk olahan bernilai tambah.

Tren Peningkatan Ekspor

Ketika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja ekspor unggas menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pada tahun 2024, volume ekspor tercatat sekitar 300 ton dengan nilai sekitar Rp10–11 miliar. Angka ini meningkat pada tahun 2025 menjadi sekitar 400 ton dengan nilai Rp13–15 miliar. Sementara itu, pada Maret 2026, volume ekspor mencapai 545 ton dengan nilai Rp18,2 miliar.

Transformasi Struktur Ekspor

Peningkatan ini tidak hanya terlihat dari segi volume, tetapi juga dari perubahan struktur ekspor yang mulai beralih ke produk olahan, seperti nugget dan karaage. Perubahan ini mendorong nilai tambah yang lebih tinggi dan memperkuat daya saing industri perunggasan nasional.

Produksi Unggas yang Kuat

Kinerja ekspor yang positif ini ditopang oleh produksi unggas nasional yang kuat. Saat ini, Indonesia memproduksi daging ayam ras sebesar 4,29 juta ton dengan konsumsi tahunan mencapai 4,12 juta ton. Untuk produksi telur ayam ras, jumlahnya mencapai 6,54 juta ton, sementara konsumsi tahunan berada di angka 6,47 juta ton.

Surplus Produksi

Dengan kondisi surplus ini, Indonesia memiliki ruang untuk melakukan ekspansi pasar tanpa mengganggu kebutuhan domestik. Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh sektor unggas di tanah air.

Upaya Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian terus berupaya memperkuat sistem kesehatan hewan, biosekuriti, dan proses sertifikasi veteriner untuk memastikan bahwa semua produk unggas yang diekspor memenuhi standar internasional. Selain itu, diplomasi perdagangan dan pembukaan akses pasar baru menjadi fokus utama untuk memperluas jangkauan ekspor.

Target Masa Depan

Ke depan, Kementan menargetkan agar ekspor ayam dan telur Indonesia terus meningkat, baik dari segi volume maupun nilai. Hal ini akan dicapai melalui hilirisasi produk dan penguatan industri pengolahan, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat peternak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kesimpulan

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, Indonesia tidak hanya telah mencapai swasembada, tetapi juga mulai menegaskan diri sebagai salah satu eksportir unggas yang diperhitungkan di pasar dunia. Keberhasilan ini mencerminkan potensi besar dari sektor unggas Indonesia untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

➡️ Baca Juga: Berita Terpopuler Properti: Situs Warisan Dunia UNESCO hingga Simulasi KPR

➡️ Baca Juga: Pendampingan Intensif dalam Pengelolaan Limbah pada Sejumlah SPPG yang Efektif

Exit mobile version