Pasar di Banjarmasin Makin Sepi, DPRD Dorong Penataan Ulang Segera Dilakukan

Pasar tradisional merupakan salah satu elemen vital dalam kehidupan ekonomi masyarakat, namun belakangan ini pasar-pasar di Banjarmasin mengalami penurunan jumlah pengunjung. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pemangku kepentingan, termasuk DPRD Kota Banjarmasin. Ketua Komisi II DPRD, M Faisal Heriyadi, menegaskan pentingnya penataan ulang untuk mengembalikan daya tarik pasar bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pentingnya Penataan Ulang Pasar di Banjarmasin
Dalam rangka mengatasi masalah sepinya pasar, Faisal menyoroti bahwa penataan ulang menjadi langkah yang sangat krusial. Dia menjelaskan, “Penataan ini kami nilai penting agar pasar kembali memiliki daya tarik bagi masyarakat.” Dengan penataan yang tepat, diharapkan pasar dapat menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan perputaran ekonomi di daerah tersebut.
Contoh Kasus: Pasar Teluk Dalam
Salah satu contoh yang disebutkan oleh Faisal adalah Pasar Teluk Dalam yang baru-baru ini mengalami kebakaran di salah satu bloknya. Insiden ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh. “Kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk merevitalisasi pasar yang berada di wilayah Banjarmasin Tengah ini,” ujarnya.
Strategi Penataan yang Efektif
Faisal menekankan bahwa penataan pasar tidak hanya mencakup lokasi berjualan, tetapi juga pengelompokan pedagang berdasarkan jenis barang yang dijual. Dengan cara ini, pengunjung tidak akan lagi bingung mencari produk yang diinginkan. Sebagai contoh, bisa dibentuk area khusus untuk pusat kuliner serta area untuk penjualan bahan-bahan lainnya.
- Pusat kuliner yang terintegrasi
- Pengelompokan berdasarkan jenis dagangan
- Fasilitas pendukung yang memadai
- Pengaturan tata letak yang nyaman
- Promosi yang lebih efektif
Pasar Lain yang Perlu Ditata
Dia juga berharap bahwa konsep penataan ini dapat diterapkan pada pasar-pasar lain di Banjarmasin, seperti Pasar Lima, Pasar Harum Manis, Pasar Sudi Mampir, dan Ujung Murung. Menurutnya, kondisi pasar-pasar ini juga menunjukkan penurunan pengunjung, yang berdampak pada perekonomian daerah. “Kita bisa lihat kondisinya sekarang pasar-pasar itu mulai sepi pengunjung, ini berpengaruh pada perputaran roda ekonomi daerah,” tegasnya.
Mendukung Aktivitas Ekonomi Melalui Penataan
Dengan penataan yang lebih terarah dan kreatif, DPRD berharap keberadaan pasar tradisional dapat tetap berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang dinamis. Hal ini tentunya akan memberikan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pembeli. “Kita perlu memastikan bahwa pasar tidak hanya sekadar tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang menghidupkan interaksi masyarakat,” ungkap Faisal.
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Faisal juga menekankan bahwa pemerintah kota perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola dan mengembangkan pasar. Pembinaan terhadap pasar yang mulai kehilangan peminat sangatlah penting untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan penataan. “Langkah tersebut dinilai penting agar pengelolaan aset pasar tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan fungsi ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Inisiatif yang Dapat Diterapkan
Dalam rangka merevitalisasi pasar-pasar di Banjarmasin, berikut adalah beberapa inisiatif yang dapat dipertimbangkan:
- Melakukan survei kebutuhan pengunjung untuk perbaikan fasilitas.
- Meningkatkan promosi pasar melalui media sosial dan event lokal.
- Memberikan pelatihan kepada pedagang untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.
- Menjajaki kerjasama dengan komunitas lokal untuk mengadakan event bazaar.
- Menciptakan ruang terbuka hijau di sekitar pasar untuk meningkatkan kenyamanan.
Peran Masyarakat dalam Revitalisasi Pasar
Tak hanya pemerintah dan DPRD, masyarakat juga memiliki peran penting dalam revitalisasi pasar. Dukungan dan partisipasi dari masyarakat dapat memberikan masukan berharga mengenai apa yang diinginkan pengunjung. “Kami ingin masyarakat merasa memiliki pasar mereka sendiri, sehingga mereka lebih sering datang dan berbelanja di sana,” ujar Faisal.
Menjaga Keberlanjutan Pasar Tradisional
Keberlangsungan pasar tradisional memerlukan perhatian dan upaya dari semua pihak. Penataan yang dilakukan harus bersifat berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar dan pengunjung. “Kami berharap dengan langkah-langkah yang diambil, pasar-pasar ini tidak hanya kembali ramai, tetapi juga dapat menjadi ikon ekonomi yang membanggakan bagi Banjarmasin,” tutup Faisal.
Dengan demikian, penataan ulang pasar di Banjarmasin bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat ekonomi lokal. Dengan dukungan dari semua pihak, pasar-pasar di Banjarmasin diharapkan dapat kembali menjadi pusat aktivitas yang hidup dan dinamis.
➡️ Baca Juga: Wijaya 80 dan Sal Priadi Luncurkan Lagu Lebaran, Ceritakan Kisah Cinta Pasangan Islam-Kristen
➡️ Baca Juga: Pembaruan Kompetisi Skateboarding Junior Internasional: Rekor dan Medali Terkini




