Antisipasi Mudik Lebaran 2026: Jasa Marga Siapkan Jalur Fungsional Tol Baru, Solo-YIA Kulonprogo dan Bawen-Ambarawa Jadi Andalan

<div>
<p>Menjelang perayaan Idul Fitri tahun 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., melalui anak-anak perusahaannya, tengah bergegas mempersiapkan sejumlah ruas jalan tol baru yang akan dioperasikan secara fungsional khusus untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi selama periode Lebaran, serta memberikan alternatif jalur yang lebih efisien bagi para pemudik. Dua ruas tol yang menjadi fokus utama dalam persiapan ini adalah Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Seksi Prambanan-Purwomartani dan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Bawen-Ambarawa.</p>
<p>Pengoperasian fungsional jalan tol ini memiliki karakteristik khusus, di mana jam operasionalnya dibatasi hanya pada siang hari, umumnya dari pagi hingga sore. Pembatasan ini dilakukan karena beberapa ruas tol belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai untuk penggunaan pada malam hari, seperti penerangan jalan umum (PJU) dan marka jalan yang optimal. Meskipun demikian, kehadiran jalur fungsional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi beban jalan arteri dan memangkas waktu tempuh perjalanan para pemudik.</p>
<p><strong>Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Seksi Prambanan-Purwomartani: Dibuka Gratis dengan Pembatasan Operasional</strong></p>
<p>Ruas Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Seksi Prambanan-Purwomartani menjadi salah satu prioritas utama dalam persiapan mudik Lebaran 2026. PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), selaku pengelola ruas tol ini, telah merencanakan untuk membuka jalur ini secara fungsional dan gratis selama dua pekan, mulai dari tanggal 16 hingga 29 Maret 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik minat para pemudik untuk memanfaatkan jalur tol sebagai alternatif, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan arteri yang seringkali menjadi titik kemacetan.</p>
<p>Menurut Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah, ruas tol ini hanya akan dibuka untuk kendaraan golongan I non-bus, dengan jam operasional yang dibatasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pembatasan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan, mengingat jalan tol ini belum sepenuhnya dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai untuk penggunaan pada malam hari.</p>
<p>”Kita jadwalkan di tanggal 16 sampai tanggal 29 Maret itu kita buka jam 6 pagi, nanti jam 6 sore kita tutup. Memang kembali demi keselamatan karena ada beberapa bagian sarana pelengkap jalan yang belum tersedia, terutama dari sisi penerangan maupun markanya,” jelas Rudy saat ditemui di Gerbang Tol (GT) Purwomartani, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.</p>
<p>Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa jam operasional ini telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dengan Dinas Perhubungan dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) setempat. Selain itu, ruas tol ini juga hanya akan dibuka untuk satu arah saja, yaitu dari arah Yogyakarta menuju Solo, Jakarta, atau Surabaya. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi crossing atau persimpangan dengan arus lalu lintas di jalan arteri, yang dapat menyebabkan kemacetan atau bahkan kecelakaan.</p>
<p>”Rencananya fungsional dibuka satu arah dari arah Jogja. Yang keluar Jogja jadi hanya dari Purwomartani ke arah Jakarta, Surabaya, ke Solo. Semarang jadi tidak ke arah sebaliknya, tidak ke arah Prambanan ke Purwomartani. Tujuannya untuk menghindari crossing di akses tol dengan arteri, jadi hanya searah saja,” terangnya.</p>
<p>Selama masa pengoperasian fungsional, kecepatan kendaraan yang melintasi ruas tol ini akan dibatasi maksimal 40 kilometer per jam. Pembatasan ini diberlakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan, mengingat jalan tol ini belum rampung sepenuhnya dan masih terdapat beberapa pekerjaan konstruksi yang belum selesai.</p>
<p>”Karena penerangan juga belum cukup (jalan dibukan) hanya sampai jam pagi, sampai jam sore. Bahkan mungkin kalau kondisi hujannya anginnya cukup kencang mungkin akan tidak dibolehkan atau bagaimana,” kata Rudy. Hal ini menunjukkan komitmen PT JMJ untuk mengutamakan keselamatan pengguna jalan dalam pengoperasian jalur fungsional ini.</p>
<p><strong>Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Bawen-Ambarawa: Solusi Mengurai Kepadatan di Intersection Bawen</strong></p>
<p>Selain Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, ruas Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Bawen-Ambarawa juga dipersiapkan untuk dioperasikan secara fungsional selama periode mudik Lebaran 2026. Ruas tol ini akan menghubungkan jalan tol existing Semarang-Solo dari Bawen ke Ambarawa, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar intersection Bawen, yang seringkali menjadi titik kemacetan selama musim mudik.</p>
<p>Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J. Dwi Winarsa, mengungkapkan bahwa progres konstruksi ruas tol ini telah mencapai di atas 90%. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan pelengkapan yang belum diselesaikan, seperti pemasangan lampu jalan. Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam pembatasan jam operasional ruas tol ini.</p>
<p>”Waktu fungsional itu dari jam 06.00 pagi sampai jam 17.00. Namun demikian fungsional Bawen-Ambarawa ini akan dimanfaatkan situasional tergantung dari diskresi kepolisian nantinya. Indikatornya adalah kepadatan di intersection Bawen,” ujar Dwi.</p>
<p>Berbeda dengan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo yang hanya dibuka satu arah, ruas Tol Bawen-Ambarawa rencananya akan dibuka dua jalur selama pengoperasian fungsional, yaitu untuk arus dari arah Ambarawa (arus mudik) dan dari arah Solo (arus balik). Hal ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi para pemudik dan memaksimalkan manfaat dari keberadaan jalur tol ini. Rencananya, ruas tol ini akan dibuka mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.</p>
<p>Dwi memastikan bahwa pekerjaan konstruksi dan pemasangan rambu pendukung di jalur untuk arus mudik dari Solo telah rampung, sedangkan untuk jalur arus balik masih harus dilakukan beberapa pelengkapan. Hal ini menunjukkan komitmen PT JJB untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama pengoperasian jalur fungsional ini.</p>
<p><strong>Koordinasi Intensif dan Persiapan Matang untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2026</strong></p>
<p>Persiapan pengoperasian jalur fungsional Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo dan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Bawen-Ambarawa merupakan bagian dari upaya komprehensif yang dilakukan oleh PT Jasa Marga dan anak-anak perusahaannya dalam menyambut musim mudik Lebaran 2026. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah, terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama masa pengoperasian jalur fungsional ini.</p>
<p>Selain itu, PT Jasa Marga juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai informasi terkait pengoperasian jalur fungsional, termasuk jam operasional, rute yang dibuka, dan batasan kecepatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, sehingga mereka dapat memanfaatkan jalur fungsional ini dengan aman dan nyaman.</p>
<p>Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, PT Jasa Marga optimis bahwa pengoperasian jalur fungsional Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo dan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Bawen-Ambarawa dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan memperlancar arus mudik Lebaran 2026. Diharapkan, upaya ini dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para pemudik dan mendukung kelancaran perayaan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.</p>
</div>
➡️ Baca Juga: Update Terbaru 16 Besar Liga Champions: Liverpool, Bayern, Barcelona Siap Beraksi 11-12 Maret
➡️ Baca Juga: Drama The King’s Warden Capai 10 Juta Penonton dan Pecahkan Rekor di Korea

