kpkgg
Megapolitan

Polda Metro Jaya Kerahkan 9.242 Personel Tanpa Senjata Api untuk Aksi Mahasiswa Hari Ini

Jakarta – Dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan, Polda Metro Jaya telah menyiapkan lebih dari 9.200 personel gabungan untuk mengawasi aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh berbagai elemen mahasiswa di sejumlah lokasi di Jakarta, pada hari ini, Selasa (18/8). Tindakan ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk mendukung hak berdemokrasi sambil tetap menjaga keamanan publik.

Strategi Pengamanan yang Humanis

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Laode Aries, menekankan bahwa pengamanan aksi tersebut akan mengutamakan pendekatan yang persuasif dan berbasis humanis. Dalam tugasnya, seluruh personel dilarang membawa senjata api dalam bentuk apa pun. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa situasi tetap kondusif dan tidak ada insiden yang tidak diinginkan terjadi.

“Pengamanan unjuk rasa harus berjalan dengan aman dan teratur, tanpa menimbulkan kerusuhan atau kerusakan pada fasilitas umum. Kendalikan diri dan laksanakan tugas dengan cara yang humanis, sabar, dan terukur. Penegakan hukum harus menjadi langkah terakhir,” ujar Laode saat memberikan pengarahan kepada anggota di Jakarta.

Penerapan Satu Komando

Laode juga menginstruksikan kepada personel Provos untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap perlengkapan yang dimiliki oleh anggota. Ia menegaskan bahwa tidak ada petugas, termasuk mereka yang tergabung dalam Satgas Intelijen dan Satgas Penegakan Hukum, yang diperbolehkan membawa senjata api saat bertugas di lapangan.

“Semua tindakan di lapangan harus dilakukan dalam satu komando. Tidak boleh ada inisiatif pribadi tanpa instruksi resmi. Pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dan penggunaan gas air mata hanya dapat dilakukan atas perintah langsung dari Kapolda,” tambahnya.

Koordinasi yang Solid dengan TNI

Dalam pelaksanaan tugas, personel Reskrim diminta untuk beroperasi secara berkelompok untuk mencegah dan mengamankan individu yang membawa benda-benda berbahaya. Sinergi dan komunikasi yang berjenjang dengan unsur TNI juga terus diperkuat untuk menjaga soliditas pengamanan selama aksi berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung, mengungkapkan bahwa sebanyak 6.962 personel telah dikerahkan untuk mengawasi aksi mahasiswa di sekitar lokasi strategis seperti Bundaran HI dan Patung Arjuna Wiwaha, serta kawasan Silang Monas.

Pentingnya Pendekatan Humanis

Reynold menggarisbawahi pentingnya setiap personel untuk melaksanakan tugas mereka dengan pendekatan humanis, sabar, dan terukur. Ia juga meminta semua anggota untuk tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang terjadi di lapangan.

“Saya ingin mengingatkan seluruh personel bahwa adik-adik mahasiswa adalah bagian dari keluarga kita. Mereka bukan musuh, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, jaga, dan amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold.

Prosedur dan Komunikasi yang Jelas

Reynold menekankan bahwa semua tindakan petugas harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan berada dalam satu komando. Personel diharapkan untuk tidak bertindak sendiri dan mengedepankan komunikasi persuasif saat menghadapi dinamika di lapangan.

Ia memastikan bahwa tidak ada anggota yang akan membawa atau menggunakan senjata api dalam pengamanan aksi tersebut, menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk menciptakan situasi yang aman bagi semua pihak yang terlibat.

Waspada Terhadap Provokasi

Di sisi lain, ia juga mengingatkan para peserta unjuk rasa agar tetap waspada terhadap kemungkinan adanya kelompok lain yang berusaha masuk dan memanfaatkan momen aksi untuk mengganggu ketertiban umum. Hal ini penting agar aksi penyampaian pendapat yang dilindungi oleh undang-undang tidak dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

  • Jaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung.
  • Patuhi arahan dan perintah dari pimpinan.
  • Waspadai adanya provokator yang mencoba memanfaatkan situasi.
  • Gunakan pendekatan persuasif dalam berkomunikasi dengan demonstran.
  • Pastikan tidak ada senjata api yang dibawa oleh petugas di lapangan.

Polda Metro Jaya berkomitmen untuk melaksanakan tugas dengan profesionalisme tinggi. Dengan pendekatan yang humanis dan persuasif, diharapkan aksi unjuk rasa hari ini dapat berjalan dengan aman dan tertib, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi mereka tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Dalam situasi yang sensitif seperti ini, penting bagi semua pihak untuk saling menghargai dan memahami peran masing-masing. Polisi sebagai penjaga keamanan dan mahasiswa sebagai wakil aspirasi masyarakat harus dapat berjalan beriringan demi tercapainya tujuan bersama yang lebih baik.

➡️ Baca Juga: Bocah Disabilitas di KBB Terpaksa Makan Daun Akibat Terjepit Masalah Ekonomi

➡️ Baca Juga: Kemensos Merekrut Siswa Sekolah Rakyat Melalui Program Berbasis DTSEN

Related Articles

Back to top button