Persebaya Siap Menuju 100 Tahun dengan Investasi Pemain Muda dan Ilmu Olahraga

Persebaya Surabaya memasuki era baru kompetisi Super League dengan ambisi yang lebih tinggi. Dalam acara peluncuran Synergy Persebaya yang berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya pada 29 Agustus, CEO Persebaya, Azrul Ananda, mengungkapkan rencana strategis klub untuk mempersiapkan diri menyambut usia 100 tahun. Dalam visi tersebut, Persebaya berkomitmen untuk berinvestasi pada pemain muda serta mengembangkan ilmu olahraga untuk memperkuat tim.
Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Persebaya
Peluncuran ini bukan sekadar perkenalan skuad untuk musim Super League, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membangun fondasi yang lebih kuat bagi klub. Azrul menekankan bahwa kekuatan sebuah klub profesional tidak hanya dapat diukur dari nilai pasar pemain, melainkan juga dari proses pengembangan yang dilakukan di balik layar. Dalam analogi gunung es, nilai pasar hanya tampak di permukaan, sedangkan nilai sesungguhnya terletak di bawahnya.
“Dalam hal nilai pasar, mungkin Persebaya tidak berada di posisi teratas. Namun, fokus kami adalah pada pengembangan pemain muda. Nilai mereka mungkin belum signifikan, tetapi proses pembinaan yang kami lakukan memiliki nilai yang jauh lebih besar,” ungkap Azrul.
Lebih jauh, investasi yang dilakukan Persebaya tidak hanya terbatas pada akuisisi pemain. Klub ini juga mengalokasikan dana untuk pengembangan pemain muda, tim pelatih, infrastruktur ilmu olahraga, sistem pemantauan, dan berbagai aspek lain yang mendukung performa tim. Azrul menjelaskan bahwa komunikasi dengan pelatih Bernardo Tavares telah dimulai sejak tiga tahun lalu, namun baru terwujud tengah musim lalu karena Tavares harus menghormati kontraknya dengan klub sebelumnya.
Peran Vital Suporter dalam Perjalanan Persebaya
Salah satu elemen kunci dalam perjalanan Persebaya adalah hubungan yang semakin baik dengan para pendukung setia, Bonek. Klub ini berupaya mendorong terciptanya lebih banyak inisiatif positif dari interaksi antara klub dan suporter, serta mengurangi permasalahan yang kerap merugikan baik klub maupun kota Surabaya. Dalam sembilan tahun terakhir, klub mencatat kerugian finansial yang signifikan, mencapai sekitar Rp20 miliar akibat berbagai insiden yang merugikan.
- Denda yang dikenakan
- Kerugian dari pertandingan tanpa penonton
- Biaya perbaikan stadion
- Kerugian dari Persebaya Store
“Bonek adalah bagian integral dari Persebaya. Oleh karena itu, kami ingin membangun hubungan yang tidak hanya terfokus pada dukungan, tetapi juga pada tindakan positif yang dapat menguntungkan klub dan kota,” tambah Azrul.
Persebaya juga berusaha menjelaskan kepada Bonek bahwa setiap tindakan di stadion memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan klub. Misalnya, pelanggaran terhadap aturan penyalaan flare dapat mengakibatkan denda minimal Rp50 juta, yang sejatinya dapat digunakan untuk kegiatan positif lainnya, seperti mendukung panti asuhan yang dikelola komunitas Bonek.
Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan
Dalam upaya mengembangkan Persebaya, klub ini terus memperkuat hubungan dengan sponsor dan mitra. Keberadaan mitra yang konsisten dari musim ke musim menjadi indikator kepercayaan terhadap manajemen Persebaya dalam mengelola kemitraan. Azrul menegaskan bahwa kerja sama dengan mitra tidak hanya terbatas pada penempatan logo di jersey atau konten digital, tetapi juga melibatkan aktivasi yang dapat menjangkau Bonek dan masyarakat Surabaya.
“Kami ingin mitra kami menjadi bagian dari ekosistem Persebaya. Oleh karena itu, kami terus mendorong adanya program yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” jelas Azrul. Hubungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, di mana mitra mendapatkan akses ke komunitas Persebaya dan Persebaya serta Bonek dapat memperoleh berbagai program yang bermanfaat.
Mitigasi Risiko Melalui Kerja Sama
Persebaya saat ini didukung oleh sejumlah mitra dalam menjalani kompetisi Super League 2026/2027. Di antaranya adalah Kapal Api sebagai mitra utama dan beberapa mitra resmi lainnya seperti Indomie, Extra Joss, Antangin, MPM Honda, Citicon, Bale by BTN, Implora, serta AZA. Selain itu, terdapat juga mitra pendukung seperti Nusaboard, Hope Physiotherapy, Mayapada Hospital, Nusanet, dan Nikon.
Sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya
Semangat sinergi juga terlihat dalam hubungan Persebaya dengan Pemerintah Kota Surabaya. Hubungan ini diarahkan untuk memanfaatkan sarana olahraga di Surabaya serta keterlibatan Persebaya dalam kampanye berbagai program pemerintah. Azrul menekankan bahwa Persebaya merupakan bagian dari Surabaya, sehingga kolaborasi harus terjalin tidak hanya saat pertandingan berlangsung.
“Ada banyak hal yang dapat kita lakukan bersama untuk kota ini,” kata Azrul. Persebaya sebelumnya telah berpartisipasi dalam berbagai kampanye yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti pengelolaan sampah dan program pencegahan bencana. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terjalin, dengan harapan bahwa upaya ini dapat membawa Persebaya meraih kesuksesan.
Menuju 100 Tahun Persebaya
Semangat untuk melibatkan berbagai pihak dalam mencapai tujuan bersama merupakan langkah positif yang seharusnya ada dalam sepak bola Indonesia. “Tujuan akhir kami adalah untuk menjadi juara. Namun, untuk mencapainya, kami membutuhkan tim yang kuat, sistem yang solid, dukungan positif dari Bonek, kepercayaan dari mitra, dan sinergi yang baik dengan Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Azrul.
Sinergi inilah yang diyakini akan membawa Persebaya menuju 100th Glory. Dengan komitmen untuk mengembangkan pemain muda dan memperkuat hubungan dengan semua pemangku kepentingan, Persebaya siap untuk menyongsong masa depan yang cerah dan bersejarah.
➡️ Baca Juga: PAM Jaya Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Jakarta dengan Menyediakan Air Bersih Berkualitas
➡️ Baca Juga: Prabowo, Sebagai Presiden, Menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara




