kpkgg
Ekonomi

Pokdarwis Pela-Kukar Berkomitmen Membangun Kesadaran Wisata di Kalangan Warga

Dalam era pariwisata yang semakin berkembang, kesadaran wisata menjadi salah satu elemen kunci untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan daya tarik suatu daerah. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Baumbai Bebudaya Desa Pela menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kesadaran wisata di kalangan masyarakat lokal. Melalui berbagai inisiatif, mereka berupaya memperkuat daya tarik wisatawan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah tersebut.

Penguatan Kesadaran Wisata di Desa Pela

Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin, menegaskan pentingnya penguatan Sapta Pesona yang mencakup tujuh aspek: rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Menurutnya, aspek-aspek ini merupakan pondasi yang sangat penting dalam membangun kesadaran wisata di kalangan masyarakat. “Tanpa adanya rasa aman dan nyaman, tidak mungkin wisatawan akan datang,” jelas Alimin saat pertemuan di Kutai Kartanegara.

Pokdarwis Bekayuh Baumbai Bebudaya Desa Pela telah aktif sejak 11 September 2017 dalam mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Danau Semayang. Dengan luas wilayah sekitar 2.724 hektare dan populasi sekitar 592 jiwa, Desa Pela memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menarik wisatawan.

Potensi Ekonomi Lokal

Mayoritas penduduk Desa Pela berprofesi sebagai nelayan tradisional. Mereka tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga mengolah hasil perikanan menjadi produk seperti kerupuk, abon, dan ikan asin. Hal ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga memberikan daya tarik tambahan bagi para wisatawan yang ingin merasakan langsung produk olahan khas daerah.

  • Kerupuk ikan
  • Abon ikan
  • Ikan asin
  • Produk olahan lainnya
  • Pengalaman memancing tradisional

Daya Tarik Wisata yang Menakjubkan

Desa Pela dikenal sebagai salah satu desa wisata tertua di daerah tersebut. Keindahan alam Tanjung Tamanoh dan pesona matahari terbenam di Danau Semayang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan. Selain itu, habitat Pesut Mahakam juga menambah keunikan tempat ini, menjadikannya destinasi yang menarik bagi pecinta alam dan fotografi.

Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhkan panorama alam yang menakjubkan, tetapi juga berbagai tradisi lokal. Di sini, wisatawan dapat menikmati pengalaman mancing, pasar subuh nelayan, serta pertunjukan seni budaya seperti Tari Tradisional, Kuntau, Tingkilan, dan Pesta Danau Pela. Semua ini memberikan nuansa yang kental akan budaya lokal yang kaya.

Fasilitas yang Mendukung Kenyamanan Wisatawan

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, Desa Pela telah menyediakan berbagai fasilitas. Terdapat lima unit homestay yang dapat disewa wisatawan, warung makan untuk mencicipi kuliner lokal, kios suvenir untuk membeli oleh-oleh, serta jaringan telekomunikasi yang memadai. Semua fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi para wisatawan.

Tren Kunjungan Wisatawan

Tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Pela menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 11.119 orang mengunjungi desa ini, meningkat dari 9.829 orang pada tahun sebelumnya. Meskipun angka kunjungan pada tahun 2024 sedikit menurun menjadi 4.998 orang, data menunjukkan bahwa akumulasi kunjungan hingga Juli 2026 telah mencapai 4.572 orang. Hal ini menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap Desa Pela tetap tinggi.

Program Kerja Pokdarwis

Pokdarwis Desa Pela memiliki program kerja yang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), promosi digital, serta pemeliharaan objek wisata secara gotong royong. Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif juga menjadi salah satu prioritas, dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

  • Peningkatan kapasitas SDM
  • Promosi digital
  • Pemeliharaan objek wisata
  • Pengembangan ekonomi kreatif
  • Gotong royong masyarakat

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Keberlanjutan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat di Desa Pela memerlukan dukungan sinergis dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Alimin menyatakan, “Dukungan pemerintah daerah dalam hal pelatihan SDM, penyediaan sarana dan prasarana, serta perbaikan akses jalan sangat berpengaruh terhadap optimisme masyarakat dalam mengembangkan pariwisata desa.”

Festival Danau Semayang yang digelar juga menjadi salah satu cara untuk menarik minat wisatawan dan mempromosikan budaya lokal. Dengan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah, masyarakat Desa Pela merasa lebih termotivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi pariwisata yang ada.

Kesadaran wisata di kalangan masyarakat Desa Pela menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya tentang menarik pengunjung, tetapi juga tentang melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengembangan. Dengan pendekatan yang tepat, Desa Pela berpotensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

➡️ Baca Juga: 48.200 Rumah Tangga di Papua Barat Daya Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

➡️ Baca Juga: Ulasan Lengkap Proyektor Mini Terbaru untuk Nonton Bareng di Berbagai Lokasi

Related Articles

Back to top button