Pemkab Penajam Upayakan Stabilitas Harga Bahan Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Dalam upaya menjaga ekonomi yang stabil, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, sedang melaksanakan berbagai langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga bahan pangan. Hal ini menjadi sangat penting guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi yang terjadi di daerah tersebut. Dengan fokus pada kebutuhan masyarakat, Pemkab Penajam berkomitmen untuk memfasilitasi akses terhadap bahan pangan yang terjangkau.
Strategi Pemkab dalam Mengendalikan Inflasi
Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, pemerintah daerah berupaya keras agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar. Upaya ini merupakan bagian dari program yang lebih besar untuk mengendalikan inflasi yang dapat berdampak negatif terhadap perekonomian lokal. Tohar menyatakan pentingnya kebijakan yang mendukung aksesibilitas bahan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemetaan Kerawanan Pangan
Dalam rangka memastikan distribusi bahan pangan yang tepat, Pemkab melakukan pemetaan kerawanan pangan di setiap desa dan kelurahan. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik di setiap wilayah, sehingga distribusi bahan pangan dapat lebih terarah dan efektif. Ketua Pelaksana Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Penajam Paser Utara mengungkapkan bahwa langkah ini sangat penting agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan pasokan di daerah tertentu.
Gerakan Pasar dan Pangan Murah
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga merencanakan pelaksanaan gerakan pasar dan pangan murah, yang melibatkan berbagai lembaga terkait, termasuk Perum Bulog. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan harga bahan pangan dapat ditekan, sehingga dapat mengurangi dampak inflasi yang merugikan.
Faktor Penyumbang Inflasi
Tohar menjelaskan bahwa kelompok makanan dan minuman merupakan salah satu penyumbang utama inflasi di daerah ini. Oleh karena itu, upaya pengendalian inflasi harus fokus pada stabilitas harga bahan pangan. Data menunjukkan bahwa inflasi bulanan Kabupaten Penajam Paser Utara pada September 2026 mencapai 0,56 persen, dengan inflasi tahunan sebesar 4,18 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Kalimantan Timur, melampaui batasan sasaran inflasi nasional.
Ketergantungan Terhadap Pasokan Luar Daerah
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Kabupaten Penajam Paser Utara adalah ketergantungan terhadap pasokan bahan pangan yang masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Hal ini membuat stabilitas harga menjadi rentan, terutama saat cuaca buruk yang dapat mengganggu pengiriman. Tohar menyatakan bahwa faktor-faktor eksternal seperti cuaca harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan pengendalian inflasi.
Pentingnya Ketersediaan Air Bersih
Selain bahan pangan, ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian dalam upaya pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Dengan memastikan ketersediaan air bersih, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga bahan pangan.
Komitmen Terhadap Inflasi yang Terkendali
Melalui berbagai langkah yang diambil, Pemkab Penajam Paser Utara berkomitmen untuk menjaga laju inflasi tetap terkendali di bawah standar inflasi nasional yang ditetapkan dalam rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen (2,5 persen ± 1 persen). Tohar menambahkan bahwa menjaga stabilitas harga bahan pangan adalah kunci untuk mencapai tujuan ini, serta untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kesimpulan dari Upaya Stabilitas Harga
Kebutuhan akan stabilitas harga bahan pangan tidak dapat diabaikan, terutama dalam konteks ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan. Pemkab Penajam Paser Utara berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dengan menjaga harga bahan pangan tetap terjangkau. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, diharapkan langkah-langkah ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengendalikan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendekatan yang terencana dan strategis, Pemkab Penajam Paser Utara menunjukkan komitmennya dalam menciptakan stabilitas harga bahan pangan yang berkelanjutan. Upaya ini juga mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik untuk masa depan.
➡️ Baca Juga: Perunggu: Mewarisi Sheila On 7 atau Menjadi Ikon Baru Pop Rock Indonesia?
➡️ Baca Juga: MagangHub 2026 Batch 2 di Kemendiktisaintek: 167 Posisi Tersedia, Segera Daftar!




