Pasar Murah Jatim: Khofifah Paparkan Strategi Menjaga Daya Beli Warga di Tengah Harga Pangan Naik

Dalam menghadapi meningkatnya harga pangan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan pentingnya pelaksanaan pasar murah sebagai salah satu strategi untuk membantu masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini merupakan langkah yang diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Strategi Pasar Murah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk mendekatkan jangkauan kepada konsumen. Melalui inisiatif ini, pemerintah berusaha untuk menyapa masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur secara lebih merata. “Kami ingin memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan lebih baik,” ujarnya saat memberikan keterangan di Blitar.
Dalam kunjungan ke pasar murah di Kabupaten Blitar, Khofifah menekankan bahwa acara ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyediaan barang kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan kesempatan bagi produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk lebih dikenal oleh publik. Ini adalah langkah strategis yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Perayaan Hari Jadi Provinsi dengan Inisiatif Sosial
Pemerintah Provinsi Jatim telah menggelar pasar murah di beberapa lokasi, termasuk Kecamatan Bangsal di Kabupaten Mojokerto dan Kecamatan Kademangan di Kabupaten Blitar, sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Khofifah menyebutkan bahwa peringatan ini seharusnya diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.
“Tema Hari Jadi Jatim tahun ini adalah ‘Jawa Timur Unggul, Maju, dan Berkelanjutan’. Ini mengharuskan kita untuk berbenah di semua sektor, termasuk dalam pengendalian ekonomi dan stabilitas masyarakat,” ungkap Khofifah.
Lokasi dan Pelaksanaan Pasar Murah
Di Kabupaten Blitar, pasar murah dilaksanakan di Lapangan SDN Kademangan, Kecamatan Kademangan. Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah juga membagikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan lima kilogram kepada para lansia sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan.
Khofifah, yang didampingi oleh Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, juga mengadakan undian berhadiah bagi pengunjung pasar murah. Hadiah yang disediakan termasuk kipas angin dan kompor gas, yang tentu saja menambah daya tarik acara tersebut bagi masyarakat.
Sinergi untuk Menjaga Ketersediaan Pangan
Dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak. “Kami percaya bahwa kerjasama antara pemerintah daerah, Perum Bulog, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat adalah kunci untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjangkau masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, termasuk penyediaan bahan pangan dengan harga yang bersahabat.
Beragam Komoditas dengan Harga Terjangkau
Pasar murah yang diselenggarakan menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok yang dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang lebih bersahabat. Beberapa harga komoditas yang ditawarkan antara lain:
- Beras premium: Rp14.000 per kilogram
- Beras medium: Rp11.000 per kilogram
- Minyak goreng: Rp13.000 per liter
- Telur ayam ras: Rp20.000 per kemasan
- Tepung terigu: Rp10.000 per kilogram
- Gula pasir: Rp14.000 per kilogram
Selain itu, bawang putih dan bawang merah dijual masing-masing seharga Rp6.000 per 250 gram, paket cabai seharga Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras yang dijual seharga Rp32.000 per kemasan. Harga-harga ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Pentingnya Kegiatan Pasar Murah bagi Ekonomi Lokal
Pasar murah bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai pendorong bagi ekonomi lokal. Dengan memberikan ruang bagi produk UMKM, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan memilih produk lokal. Ini tentunya akan berdampak positif pada pendapatan para pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah tersebut.
Gubernur Khofifah menegaskan, “Kami akan terus berupaya untuk menjangkau berbagai wilayah, sehingga manfaat dari pasar murah ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Jawa Timur.”
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pasar murah yang digelar di berbagai lokasi di Jawa Timur merupakan langkah penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga pangan. Dengan keberadaan pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung produk lokal dan pelaku UMKM. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi di daerah.
➡️ Baca Juga: 35 Ide Nastar Unik untuk Lebaran 2026: Viral, Menarik dan Penuh Kreativitas!
➡️ Baca Juga: Jadwal Badminton World Championship 2026 Hari Ini, Jam Pertandingan Wakil Indonesia



