kpkgg
Daerah

OJK DIY Mendorong Perempuan Tingkatkan Literasi Keuangan di Era Digital

Yogyakarta – Dalam era digital saat ini, penting bagi perempuan untuk memiliki keterampilan yang memadai dalam mengelola keuangan keluarga. Dengan semakin meluasnya penggunaan layanan keuangan digital, kemudahan transaksi yang ditawarkan juga datang dengan berbagai risiko, seperti penipuan dan tawaran investasi ilegal yang harus diwaspadai.

Pentingnya Literasi Keuangan bagi Perempuan

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten Direktur Pengawasan PUJK dan LMS OJK DIY, Susana Diah Kusumaningrum, dalam acara Edukasi Keuangan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ibu ke-98. Acara ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Finansial Tertata, Strategi Investasi dan Mengelola Keuangan Digital” di Kantor OJK DIY pada Rabu (30/09).

Susana mengungkapkan bahwa hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang berada di angka 69,54 persen.

Indeks Inklusi Keuangan

Dalam hal inklusi keuangan, indeks yang tercatat untuk perempuan adalah 93,73 persen, sedangkan untuk laki-laki berada pada 93,49 persen. Data ini menunjukkan bahwa akses dan pemahaman perempuan terhadap layanan keuangan sudah cukup baik, meskipun masih perlu ditingkatkan seiring dengan perkembangan produk dan transaksi keuangan digital yang semakin kompleks.

Menurut Susana, meskipun akses layanan keuangan semakin mudah, masyarakat, terutama perempuan, perlu memiliki kemampuan untuk mengenali risiko yang mungkin ada. Perempuan berada dalam posisi strategis karena mereka tidak hanya bertanggung jawab mengelola keuangan rumah tangga, tetapi juga berperan dalam membentuk kebiasaan finansial anak dan anggota keluarga lainnya.

Waspadai Penipuan dan Investasi Ilegal

Susana juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak realistis. Tawaran program keuangan yang meminta calon pengguna untuk mentransfer dana tanpa memastikan legalitas dan izin lembaganya juga harus diwaspadai.

Untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat, OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), yang merupakan bagian dari upaya untuk memberantas praktik keuangan ilegal dan memberikan edukasi mengenai keamanan finansial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan bermanfaat untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan. Ini penting untuk menciptakan keluarga yang sehat secara finansial dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan,” ujar Susana.

Peran Perempuan dalam Keuangan Keluarga

Ketua Antarwaktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) DIY, Nurwestu Aria Nugrahadi, menekankan bahwa perkembangan peran perempuan di masyarakat membuat kemampuan dalam mengelola keuangan semakin penting. Saat ini, perempuan tidak hanya berfungsi sebagai pendamping keluarga dan pengelola rumah tangga, tetapi juga berperan sebagai pendidik utama bagi anak dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Kemajuan teknologi telah mengubah cara hidup kita, termasuk dalam akses terhadap layanan keuangan yang kini jauh lebih mudah. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai,” tegas Nurwestu.

Pentingnya Pengetahuan Keuangan

Ia mengingatkan perempuan agar tidak mudah tergoda oleh tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal. Selain itu, penting untuk menjaga data pribadi dan memastikan bahwa setiap keputusan finansial diambil setelah memahami risiko yang mungkin timbul.

“Sebagai perempuan yang berdaya, kita tidak hanya harus mampu menghasilkan pendapatan, tetapi juga harus bisa merencanakan dan melindungi keuangan kita dengan baik,” tegasnya.

Peran OJK dalam Edukasi Keuangan

Nurwestu memberikan apresiasi kepada OJK DIY yang telah memfasilitasi edukasi ini. Ia berharap informasi yang didapat oleh peserta dapat diterapkan dan dibagikan kepada keluarga serta masyarakat di sekitar mereka.

Penguatan literasi keuangan diharapkan dapat membantu perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih baik, serta melindungi keluarga mereka dari risiko penipuan dan aktivitas keuangan ilegal yang semakin marak di tengah transformasi digital ini.

Langkah-langkah Meningkatkan Literasi Keuangan

Agar perempuan dapat lebih memahami dan mengelola keuangan dengan baik, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Ikuti program edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh lembaga resmi.
  • Gunakan aplikasi keuangan untuk memantau pengeluaran dan pendapatan.
  • Pelajari dasar-dasar investasi dan cara mengenali penawaran yang aman.
  • Diskusikan masalah keuangan dengan anggota keluarga untuk menciptakan kesepahaman.
  • Jaga keamanan data pribadi saat menggunakan layanan keuangan digital.

Dengan langkah-langkah tersebut, perempuan diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan mereka dan berkontribusi positif terhadap keuangan keluarga dan masyarakat. Literasi keuangan yang baik akan menjadi pondasi yang kuat untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah dan mandiri bagi perempuan dan keluarganya.

➡️ Baca Juga: Ducati Superleggera V4 Centenario: Motor Balap Resmi untuk Pengendara Jalan Raya

➡️ Baca Juga: Polresta Bogor Kota Siapkan 9 Pos Pengamanan Mudik 2026 dengan 110 Personel Satlantas Siaga

Related Articles

Back to top button