slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

MTI Menerima Penghargaan ICAII 2026 Berkat Inovasi dalam Integrasi Bisnis

Jakarta – PT Multitrend Indo Tbk (MTI) berhasil mencatatkan kemajuan signifikan dalam kinerja operasional dan bisnisnya setelah melakukan integrasi dengan PT Emway Globalindo (EGI) pasca-akuisisi. Langkah strategis ini membuahkan hasil yang memuaskan, yaitu penghargaan dalam IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026, berkat inovasi yang dikenal dengan “MTI and EGI Strategic Business Model Integration – Internal Process Innovation”.

Penghargaan ICAII 2026: Apresiasi atas Inovasi

Penghargaan yang bergengsi ini diberikan sebagai pengakuan terhadap pendekatan proaktif yang diambil oleh MTI dalam menyelaraskan proses operasional kedua perusahaan melalui sistem manajemen yang terstruktur. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan koordinasi antar tim, memantau perkembangan integrasi secara real-time, serta mendeteksi potensi hambatan sejak dini.

Kerangka Kerja MTI × EGI Integration Beat Plan

MTI telah mengembangkan kerangka kerja bernama MTI × EGI Integration Beat Plan, yang berfungsi untuk mengelola dan memantau seluruh agenda integrasi. Kerangka kerja ini terdiri dari 108 milestones strategis yang dibagi ke dalam lima pilar utama: People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce.

Progres integrasi dipantau secara terpusat melalui satu dashboard khusus, sehingga manajemen dapat dengan mudah mengawasi aktivitas yang telah selesai, yang sedang berlangsung, serta yang belum dimulai. Sistem ini memberikan visibilitas penuh terhadap setiap langkah integrasi.

Mengukur Keberhasilan Melalui Indikator Operasional dan Finansial

Pendekatan yang diterapkan juga bertujuan untuk menghubungkan setiap langkah integrasi dengan indikator operasional dan finansial. Dengan cara ini, keberhasilan tidak hanya diukur dari penyelesaian tugas administratif, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesehatan bisnis perusahaan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap usaha tim dalam membangun sistem kerja yang lebih terstruktur selama proses integrasi MTI dan EGI. Bagi kami, integrasi bukan sekadar menyatukan dua entitas, tetapi juga memastikan setiap fungsi dapat beroperasi dengan efektif dan memberikan kontribusi nyata terhadap bisnis,” ungkap Niraj Jain, CEO PT Multitrend Indo Tbk, dalam keterangannya.

Progres Integrasi yang Menggembirakan

Hingga akhir kuartal II 2026, progres integrasi telah mencapai 56 persen. Dari total agenda yang disusun, 61 tugas telah diselesaikan, 20 tugas sedang dalam proses, dan 27 tugas lainnya akan dilaksanakan pada tahap berikutnya. Manajemen memastikan bahwa tidak ada aktivitas yang masuk dalam kategori berisiko atau terhambat.

Peningkatan Indikator Operasional dan Finansial

Implementasi sistem operasional yang terintegrasi ini langsung berdampak pada perbaikan berbagai indikator layanan (SLA). Secara keseluruhan, SLA MTI meningkat dari 91,65 persen pada kuartal I menjadi 94,80 persen pada kuartal II 2026. SLA Finance juga mengalami peningkatan dari 68,83 persen menjadi 78,89 persen, sedangkan SLA Distribusi dan Gudang masing-masing mencatatkan angka yang mengesankan di level 98,03 persen dan 98,24 persen.

Dampak positif juga terlihat pada efisiensi modal kerja perusahaan. Cash Conversion Cycle (CCC) berhasil dipangkas selama 29 hari, dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days juga mengalami perbaikan, turun dari 226 hari menjadi 214 hari. Semua efisiensi ini berkontribusi pada penguatan posisi kas bersih perusahaan yang mencapai Rp32,68 miliar pada akhir Juni 2026.

Kinerja Penjualan yang Meningkat

Dari segi distribusi, MTI dan EGI berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp241,8 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Cash Margin pada periode ini tercatat sebesar Rp85,3 miliar, tumbuh 44 persen secara tahunan.

Secara konsolidasi, penjualan bersih MTI pada kuartal II 2026 mencapai Rp458,97 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan 17 persen dibandingkan tahun lalu dan berada 8 persen di atas target anggaran perusahaan.

Meningkatkan Profitabilitas Perusahaan

Kinerja operasional yang luar biasa ini juga mendongkrak profitabilitas secara signifikan. Operating Profit pada kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp12,18 miliar, melonjak 270,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Operating EBITDA tercatat sebesar Rp18,07 miliar.

“Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari. Dengan menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial, kami dapat melihat tidak hanya apakah sebuah tugas telah selesai, tetapi juga bagaimana kontribusinya terhadap efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan,” tambah Niraj.

Blueprint untuk Masa Depan

Pihak manajemen MTI menegaskan bahwa Integration Beat Plan tidak hanya ditujukan untuk proyek kolaborasi dengan EGI. Kerangka kerja yang terstruktur ini dirancang sebagai blueprint modular yang dapat disesuaikan dan digunakan kembali dalam proses integrasi bisnis maupun entitas lain di masa mendatang. Dengan pendekatan ini, MTI siap untuk menghadapi tantangan dan peluang baru dalam dunia bisnis yang terus berkembang.

➡️ Baca Juga: Dinas Pendidikan DKI Jakarta Terapkan Kebijakan PJJ untuk Lindungi Kesehatan Warga Sekolah

➡️ Baca Juga: Gattuso dan Presiden FIGC Mundur Usai Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026

Related Articles

Back to top button