kpkgg
Ekonomi

Mentan: 50 Ribu Hektar Lahan Sawah Terpengaruh El Nino dari 11 Juta Hektar yang Ada

Jakarta – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengonfirmasi bahwa dampak fenomena El Nino terhadap pertanian padi di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Dari total luas tanam yang diproyeksikan mencapai 11 juta hektare hingga akhir tahun 2026, hanya sekitar 50 ribu hektare yang mengalami kekeringan, yang berarti hanya 0,45 persen dari total luas lahan.

Perkembangan Terkini Terkait Lahan Sawah yang Terpengaruh

“Saat ini, area yang terdampak hanya sekitar 50 ribu hektare. Tiga bulan lalu, jumlahnya 30 ribu hektare. Perkiraan terbaru menunjukkan angka ini tidak akan melebihi 50 ribu hektare dan tetap dalam batas aman,” ungkap Amran saat melakukan kunjungan mendadak di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/10/2026).

Amran menekankan bahwa angka tersebut masih tergolong kecil dan terkelola dengan baik jika dibandingkan dengan luas pertanaman secara keseluruhan di nasional. Dalam upaya menjaga agar produksi tetap stabil, pemerintah terus melakukan berbagai langkah intervensi.

Strategi Penyuluhan dan Teknologi Pertanian

Pemerintah menerapkan beberapa strategi untuk menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan, termasuk penguatan irigasi, pompanisasi, dan optimasi lahan. “Kami memastikan irigasi berjalan dengan baik, pompanisasi dioptimalkan, serta penggunaan benih yang tahan terhadap kekeringan. Selain itu, kami juga mengimplementasikan metode Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan hasil pertanian,” jelasnya.

  • Penguatan sistem irigasi
  • Pompanisasi yang efisien
  • Optimalisasi penggunaan lahan
  • Penggunaan benih tahan kekeringan
  • Metode PM-AAS untuk hasil tinggi

Dengan langkah-langkah tersebut, Kementerian Pertanian berupaya untuk meminimalkan dampak negatif dari El Nino terhadap lahan sawah el nino dan memastikan bahwa produksi tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan kekeringan.

Ketersediaan Beras Nasional dan Operasi Pasar

Di tengah situasi lahan yang terdampak, Amran juga memastikan bahwa ketersediaan beras nasional tetap mencukupi. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan agar petani mendapatkan keuntungan dari harga gabah yang tinggi, sekaligus melindungi konsumen melalui operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog.

“Kami menjaga agar petani puas dengan harga yang mereka dapatkan. Operasi pasar dilakukan karena produksi beras kita melimpah. Petani harus menikmati hasil kerjanya, sementara Bulog tetap menjalankan operasi pasar untuk menstabilkan harga. Selain itu, ada juga program bantuan pangan yang kami jalankan,” jelasnya. “Kondisi kami aman,” tegasnya.

Pendapatan Petani dan Metode Pertanian Modern

Amran menambahkan bahwa petani yang menerapkan metode baru PM-AAS dengan menggunakan benih unggul serta teknologi modern dapat meraih pendapatan yang signifikan, mencapai Rp15–16 juta per bulan per hektare.

“Dengan metode baru, jika seorang petani mengelola setengah hektare, ia bisa mendapatkan sekitar Rp8 juta. Ini adalah inisiatif yang kami dorong di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Peluang Ekspor Beras ke Negara Tetangga

Dengan produksi beras yang aman, pemerintah mulai menjajaki peluang ekspor beras. Setelah Malaysia, pasar selanjutnya yang menjadi target adalah Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

“Kami sedang menjajaki dua hingga tiga negara baru untuk ekspor. Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste adalah beberapa negara tetangga yang kami targetkan,” jelas Amran.

Tindakan Terkait Kasus Beras Fortifikasi

Mengenai kasus beras fortifikasi, Mentan memastikan bahwa tindakan penindakan tetap dijalankan. Pihak kementerian telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menangani masalah tersebut.

“Kami tetap mengawasi situasi ini dan sudah mengirimkan surat resmi kepada Mabes Polri untuk tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.

➡️ Baca Juga: Kemendikbudristek Menanti Tindakan KPK Setelah OTT Rektor Unsoed, Belum Ada Keputusan

➡️ Baca Juga: Harga BBM Pertamina Tetap Stabil, Tidak Ada Kenaikan per 1 April 2026

Related Articles

Back to top button