— Paragraf 1 —
KUALA LUMPUR – Tailan dan Malaysia bersepakat untuk memperkuat kerja sama keamanan di perbatasan dan berbagi informasi intelijen guna meningkatkan perdamaian di sepanjang perbatasan kedua negara setelah insiden penyerangan oleh pemberontak di Thailand selatan.
— Paragraf 2 —
Dalam pidatonya, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Tailan Sihasak Phuangketkeow pada Senin (7/9) mengatakan kedua negara sepakat untuk melakukan koordinasi rencana atas pagar keamanan perbatasan untuk menghindari kegiatan tumpang tindih dan mencegah kejahatan lintas-negara serta penyelundupan narkoba di kawasan rentan.
— Paragraf 3 —
Sihasak mengatakan hal itu usai pertemuan di Kuala Lumpur bersama Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dan Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional Raja Nurshirwan bin Zainal Abidin.
— Paragraf 4 —
Pertemuan tingkat tinggi itu melanjutkan perundingan sebelumnya antara para pemimpin negara Tailan dan Malaysia pada Juli 2026 yang bertujuan untuk mengatasi masalah keamanan setelah kekerasan di Tailan selatan pada 22 Juli dan 22 Agustus.
— Paragraf 5 —
Sejumlah hal yang disepakati antara lain yaitu pertukaran informasi intelijen yang serta merta dan dipercepat untuk memberikan tanggapan cepat atas ancaman keamanan di sepanjang perbatasan.
— Paragraf 6 —
Kedua negara dalam pertemuan Dewan Gabungan pada Oktober mendatang akan membahas penguatan perdagangan lintas batas, serta mengkaji kembali proyek infrastruktur utama termasuk jalan, jembatan, dan jalur kereta api.
— Paragraf 7 —
Terkait upaya perdamaian, Tailan berkomitmen untuk melanjutkan perundingan perdamaian bagi kawasan selatan yang dipimpin oleh Direktur Badan Intelijen Nasional Tailan Thanat Suwannanon.
— Paragraf 8 —
Saat ini Malaysia tengah memilih fasilitator baru bagi dialog perdamaian. Sihasak menegaskan bahwa proses tersebut tergantung kepada stabilitas di kawasan, dan mengajak seluruh pihak kelompok pemberontak Barisan Revolusi Nasional (BRN) untuk mengakhiri kekerasan dan memberikan peluang partisipasi publik lebih besar ke dalam perundingan.
— Paragraf 9 —
Sejumlah pejabat Malaysia dalam pertemuan juga menegaskan keamanan Tailan berhubungan langsung dengan Malaysia.
— Paragraf 10 —
Malaysia pun meyakinkan Tailan bahwa wilayahnya tidak akan diperbolehkan untuk menjadi markas operasi ilegal untuk menyerang Tailan. Ant
➡️ Baca Juga: Simulasi Penyelamatan dan Evakuasi Korban Gedung dalam Video yang Menarik dan Informatif
➡️ Baca Juga: BIGBANG Kembali! Tur Dunia 20 Tahun Dimulai Agustus dengan Rilis Album Baru Segera
