Liga Champions akan memasuki fase yang sangat menentukan ketika Sporting Lisbon menghadapi tantangan berat untuk tetap bertahan di kompetisi elit Eropa ini. Pada leg kedua babak 16 besar yang akan berlangsung di Estadio Jose Alvalade pada Rabu dini hari WIB, tim asal Portugal ini harus berjuang melawan Bodo/Glimt dengan harapan untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan telak 0-3 di leg pertama.
Tantangan Besar bagi Sporting Lisbon
Sporting Lisbon, yang dijuluki “Leoes”, kini berada dalam posisi yang sulit. Mereka harus mengejar defisit yang cukup besar setelah pertemuan pertama di Norwegia berakhir dengan hasil mengecewakan. Kekalahan 0-3 tersebut bukan hanya mengakhiri harapan mereka di leg pertama, tetapi juga menjadi catatan pahit dalam sejarah pertemuan kedua tim, yang baru pertama kali bertanding di level ini.
Leg pertama tersebut menunjukkan dominasi tim tuan rumah, di mana hanya Bayern Munich yang mampu meraih kemenangan di kandang lawan dalam rangkaian pertandingan ini. Sporting menjadi salah satu dari empat tim tamu yang gagal meraih hasil positif. Kini, mereka memerlukan sebuah kebangkitan luar biasa atau yang sering disebut sebagai remontada untuk tetap melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions.
Perbandingan dengan Klub Premier League
Situasi yang dihadapi Sporting bukanlah yang pertama di Liga Champions. Beberapa klub Premier League juga mengalami nasib serupa, seperti Chelsea yang kalah dari Paris Saint-Germain, Tottenham Hotspur yang ditaklukkan oleh Atletico Madrid, dan Manchester City yang harus merelakan kemenangan dari Real Madrid. Ketiga tim tersebut juga menghadapi tantangan untuk membalikkan defisit tiga gol jika ingin melangkah ke babak perempat final.
Sejarah Kebangkitan Sporting Lisbon
Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, Sporting memiliki sejarah yang bisa menjadi sumber motivasi. Di masa lalu, mereka pernah berhasil membalikkan ketertinggalan tiga gol dalam kompetisi Eropa. Pada perempat final Piala Winners 1963-1964, Sporting berhasil menyingkirkan Manchester United dengan agregat 5-4 setelah meraih kemenangan spektakuler 5-0 di leg kedua.
Keunggulan Rekor Kandang
Kepercayaan diri Sporting juga didukung oleh catatan impresif mereka saat bermain di Estadio Jose Alvalade. Dalam 18 pertandingan terakhir di stadion tersebut, mereka meraih 17 kemenangan, termasuk empat laga di fase grup Liga Champions musim ini. Dari jumlah tersebut, 10 kemenangan diraih dengan margin tiga gol atau lebih.
Di sisi lain, Sporting juga memiliki catatan baik saat menghadapi klub Norwegia di kompetisi UEFA. Mereka telah menang dalam tiga pertemuan kandang sebelumnya tanpa kebobolan satu gol pun. Catatan ini memberikan tambahan optimisme bagi tim, yang juga datang dalam kondisi fisik optimal setelah penundaan pertandingan liga melawan Tondela.
Bodo/Glimt: Keunggulan yang Meyakinkan
Sementara itu, Bodo/Glimt tiba di Lisbon dengan keunggulan yang mengesankan. Pada leg pertama, mereka membuka skor melalui penalti yang dieksekusi oleh Sondre Fet pada menit ke-36. Dua gol tambahan dari Ole Didrik Blomberg dan Kasper Hogh memastikan kemenangan 3-0 bagi tim asal Norwegia tersebut.
Kemenangan ini merupakan yang kelima berturut-turut bagi Bodo/Glimt di Liga Champions. Dalam debut mereka di fase grup, mereka berhasil bangkit dengan hasil imbang melawan Borussia Dortmund sebelum mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid, yang membawa mereka maju ke babak playoff.
Langkah Menuju Sejarah
Setelah menyingkirkan Inter Milan dalam dua leg, pelatih Kjetil Knutsen dan anak asuhnya berada di ambang membuat sejarah. Jika mereka berhasil mempertahankan keunggulan ini, Bodo/Glimt akan menjadi klub Norwegia pertama yang mencapai perempat final Liga Champions sejak Rosenborg BK pada musim 1996-1997.
Kepercayaan diri Bodo/Glimt juga diperkuat oleh statistik yang menggembirakan. Mereka selalu berhasil lolos dalam lima kesempatan sebelumnya di kompetisi UEFA ketika memenangi leg pertama dengan selisih tiga gol di kandang.
Lini Serang yang Tajam
Bodo/Glimt juga memiliki lini serang yang menunjukkan performa mengesankan. Mereka mencetak setidaknya dua gol dalam sembilan dari sebelas pertandingan terakhir di Liga Champions. Melihat catatan ini, mereka datang ke Lisbon dengan penuh percaya diri, setelah berhasil mencetak dua gol dalam lima laga tandang kompetitif terakhir, di mana empat di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Perubahan pada Skuad Sporting
Sporting akan diperkuat oleh dua pemain kunci yang absen di leg pertama karena skorsing, yaitu Maximiliano Araujo dan Pedro Goncalves. Namun, mereka masih harus menghadapi kehilangan Fotis Ioannidis dan Ricardo Mangas yang cedera. Sementara itu, winger muda Geovany Quenda yang dikabarkan akan bergabung dengan Chelsea, masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi kaki.
Harapan di Tangan Luis Suarez
Harapan untuk mencetak gol bagi tuan rumah kini dipikul oleh penyerang Kolombia, Luis Suarez. Ia menunjukkan performa yang menjanjikan dengan mencetak tiga gol dalam dua penampilan terakhirnya di Liga Champions di Estadio Jose Alvalade. Dengan catatan ini, Suarez diharapkan dapat membawa Sporting meraih kemenangan yang mereka butuhkan untuk membalikkan keadaan.
Dengan semua faktor di atas, pertandingan ini menjanjikan untuk menjadi salah satu duel paling menarik dalam Liga Champions. Sporting Lisbon harus menunjukkan karakter dan semangat juang yang tinggi jika ingin melanjutkan petualangan mereka di kompetisi ini, sementara Bodo/Glimt akan berusaha keras untuk mempertahankan keunggulan yang telah mereka raih. Semuanya akan terungkap pada malam yang penuh ketegangan di Estadio Jose Alvalade.
➡️ Baca Juga: MU Mode Gacor! Menang Telak atas Aston Villa, Setan Merah Mantap di Peringkat 3 Klasemen
➡️ Baca Juga: Strategi Investor Mengelola Risiko dalam Menghadapi Gejolak Global Kuartal II 2026
