Gedung Sekolah Rakyat Jepara Rampung, Siswa Siap Memulai MPLS dengan Semangat Baru

JEPARA – Tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Jepara, Jawa Tengah, semakin mendekat, dan para siswa dengan antusias bersiap untuk memanfaatkan gedung baru yang telah dibangun oleh pemerintah di Desa Suwawal, Kabupaten Jepara. Gedung ini diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang lebih baik ketika pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada tanggal 20 Agustus 2026.

Penyelesaian Pembangunan Gedung

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengungkapkan bahwa gedung fungsional untuk Sekolah Rakyat Jepara telah mencapai tahap penyelesaian 100 persen per tanggal 15 Agustus. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pembersihan menyeluruh untuk mempersiapkan penggunaan gedung tersebut.

Dengan pembangunan yang telah rampung, siswa yang sebelumnya belajar di Balai Latihan Kerja (BLK) Jepara kini dapat berpindah ke gedung baru. Hal ini memungkinkan pelaksanaan MPLS pada tanggal 20 Agustus 2026 berlangsung sesuai dengan rencana.

Persiapan MPLS

Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara, Asri Linda Listyaningrum, telah memastikan bahwa segala persiapan untuk MPLS pada tanggal 20 Agustus 2026 sudah dilakukan. Tim sekolah telah melakukan pengecekan lokasi pembangunan pada tanggal 14 Agustus dan menemukan bahwa masih ada aktivitas pembersihan oleh pekerja.

Meskipun demikian, Asri menegaskan bahwa ruang serba guna, asrama, dan ruang belajar sudah siap digunakan. Hal ini memberikan keyakinan bahwa siswa dapat memulai tahun ajaran baru dengan baik.

Proses Pindah dan Persiapan Belajar

Saat ini, pihak sekolah sedang dalam proses pemindahan barang-barang dari BLK di Pecangaan ke gedung baru di Desa Suwawal. Proses tersebut meliputi barang-barang milik guru serta sebagian perlengkapan siswa dan orang tua.

“Kami pastikan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, semua persiapan akan selesai dengan baik,” jelas Asri. Dengan berbagai aktivitas yang sedang berlangsung, diharapkan semua dapat berfungsi dengan optimal pada saat MPLS dimulai.

Jumlah Siswa dan Pembagian Kelas

Rencananya, sebanyak 75 siswa dari sekolah dasar (SD) yang sebelumnya belajar di BLK Jepara akan pindah ke gedung baru pada tanggal 18 Agustus 2026. Siswa baru dan yang sudah ada akan menempati empat gedung asrama yang telah disiapkan, dengan pembagian untuk murid laki-laki dan perempuan.

Tenaga Pengajar dan Kebutuhan Guru

Saat ini, jumlah tenaga pengajar yang tersedia terdiri dari tiga guru ASN dan dua guru bantu yang mengajar Pendidikan Agama Islam serta olahraga. Namun, diharapkan akan ada tambahan tenaga pengajar dari Kementerian Sosial serta dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara dan Provinsi Jawa Tengah.

Untuk pengajaran tingkat SMA, sudah tersedia 17 guru, sementara untuk SMP ada 12 orang. Namun, untuk tingkat SD masih membutuhkan tambahan guru mengingat ada enam rombongan belajar baru yang perlu diakomodasi. Kebutuhan ini mencakup enam guru kelas, dua guru olahraga, dan dua guru Pendidikan Agama Islam.

Pendidikan untuk Semua Agama

Lebih lanjut, diperlukan juga guru pengampu untuk mata pelajaran agama lainnya, mengingat adanya dua siswa SMA yang beragama non-Muslim. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah untuk memberikan pendidikan yang inklusif bagi seluruh siswa.

Kuota Siswa dan Prospek Pendidikan

Pelaksanaan MPLS akan dihadiri oleh siswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, masing-masing dengan kuota 90 siswa. Meskipun banyak pendaftar, kuota dibatasi agar dapat memberikan perhatian yang lebih baik bagi setiap siswa yang diterima.

Dengan adanya fasilitas baru dan persiapan yang matang, Sekolah Rakyat Jepara bertekad untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan mendukung perkembangan siswa di masa depan. Diharapkan, dengan semangat baru ini, para siswa dapat menjalani tahun ajaran dengan penuh antusiasme dan motivasi.

➡️ Baca Juga: ASEAN Berkomitmen Mengatasi Dampak Perubahan Iklim untuk Masa Depan Berkelanjutan

➡️ Baca Juga: Telkomsel Luncurkan Paket RoaMAX Haji 2026: Konektivitas 5G untuk Jemaah di Tanah Suci

Exit mobile version