Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) terus berupaya memperluas layanan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu langkah penting dalam hal ini adalah pengembangan fasilitas laboratorium yang kini dilengkapi dengan alat Body Composition Analyzer. Alat ini berfungsi untuk menganalisis komposisi tubuh secara mendalam dan akurat, serta mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan penelitian di lingkungan akademik.
Fasilitas Laboratorium yang Mendukung Pendidikan dan Penelitian
Kepala Laboratorium Asesmen Gizi dan Komunikasi, Ayuningtyas Dian Ariestiningsih, menjelaskan bahwa laboratorium ini pada awalnya dirancang untuk mendukung praktikum mahasiswa di bidang gizi. Namun, seiring waktu, perkembangan fasilitas dan kebutuhan akademik semakin meningkat, sehingga laboratorium kini juga digunakan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Laboratorium ini memang dirancang dengan fokus utama untuk praktikum mahasiswa. Namun, kami juga memanfaatkan fasilitas ini untuk penelitian serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, meskipun sebelumnya lebih terbatas sebagai alat pendukung,” ungkap Ayuningtyas.
Hibah untuk Pengembangan Laboratorium
Pengembangan fasilitas laboratorium ini didorong oleh hibah pengembangan laboratorium pendidikan yang diterima pada tahun 2022. Dengan bantuan hibah tersebut, laboratorium berhasil melengkapi perangkat asesmen kesehatan dengan alat Body Composition Analyzer tipe InBody 970. Alat ini memiliki kemampuan untuk melakukan analisis komposisi tubuh yang lebih rinci.
Apa Itu Body Composition Analyzer?
Body Composition Analyzer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter komposisi tubuh secara non-invasif. Dengan memanfaatkan teknologi ini, pengguna dapat memperoleh informasi penting mengenai:
- Massa otot
- Massa lemak tubuh
- Kadar air tubuh
- Distribusi komposisi tubuh secara segmental
Data yang diperoleh dari alat ini sangat berguna dalam evaluasi kondisi gizi, kebugaran, serta pemantauan kesehatan secara lebih akurat.
Manfaat Alat Bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Ayuningtyas menegaskan bahwa keberadaan alat Body Composition Analyzer ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis asesmen komposisi tubuh.
“Dengan menggunakan alat InBody 970 ini, kami dapat melakukan asesmen komposisi tubuh yang lebih spesifik dan mendalam. Harapan kami, tidak hanya untuk mendukung praktikum mahasiswa, tetapi juga untuk mendorong kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk rumah sakit,” jelasnya.
Rencana Pengembangan Layanan untuk Masyarakat
Kedepannya, laboratorium berencana untuk menghadirkan layanan asesmen komposisi tubuh yang dapat diakses oleh tidak hanya sivitas akademika UB, tetapi juga masyarakat umum. Ini merupakan langkah strategis untuk lebih mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Layanan ini tidak hanya akan mencakup pengukuran komposisi tubuh, tetapi juga akan dilengkapi dengan sesi konseling gizi. Hal ini bertujuan agar hasil pemeriksaan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna.
Pentingnya Konseling Gizi
Saat ini, pembukaan layanan tersebut masih menunggu penetapan tarif resmi yang memerlukan dasar hukum dari universitas. Meskipun demikian, laboratorium telah menyiapkan berbagai fasilitas, sumber daya manusia, dan mekanisme layanan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaannya.
“Sering kali masyarakat mendapatkan hasil pengukuran tanpa memahami maknanya. Oleh karena itu, layanan ini juga akan dilengkapi dengan konseling gizi agar hasil asesmen bisa ditindaklanjuti dengan lebih tepat,” tambah Ayuningtyas.
Kesimpulan
Dengan adanya fasilitas dan layanan analisis komposisi tubuh yang ditawarkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UB, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kondisi kesehatan mereka. Ini adalah langkah signifikan dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan dan gizi di kalangan masyarakat luas.
Program ini tidak hanya mendukung pendidikan dan penelitian di lingkungan universitas, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan layanan ini dapat memberikan dampak positif yang luas, sehingga masyarakat dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan berkualitas.
➡️ Baca Juga: Kembalinya Irene Red Velvet sebagai Solois, Album Biggest Fan Dirilis 30 Maret
➡️ Baca Juga: Agen Frattesi Mendorong Klien untuk Berpindah dari Inter ke Klub Lain
