DPRD DKI Tegaskan Jakpro Harus Kelola Aset Daerah untuk Cegah Kerugian Besar

Jakarta – DPRD DKI Jakarta, melalui Komisi B, menekankan urgensi perbaikan kinerja PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Penekanan ini muncul dalam rangkaian presentasi yang membahas hasil Diagnostic Performance Review, yang bertujuan untuk menetapkan arah strategis perusahaan di masa mendatang.

Pentingnya Evaluasi Kinerja Jakpro

Pelaksanaan evaluasi ini dianggap sebagai langkah krusial untuk memastikan bahwa Jakpro dapat mengembangkan model bisnis yang lebih berkelanjutan. Salah satu fokus utama dari evaluasi ini adalah mendorong pendapatan yang bersifat rutin dan stabil, yang dapat memberikan jaminan finansial bagi perusahaan.

Kembali ke Fondasi Bisnis

Ketua Komisi B, Nova Harivan Paloh, menekankan perlunya Jakpro kembali ke fondasi bisnis yang dapat menghasilkan pendapatan berulang. Hal ini penting mengingat perusahaan selama ini lebih banyak menjalankan berbagai penugasan dari pemerintah, yang cenderung mengurangi fokus pada pendapatan inti.

Nova menjelaskan, “Sebab Jakpro selama ini basic-nya penugasan yang banyak di sana.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengevaluasi kembali fokus dan strateginya untuk mencapai keberlanjutan keuangan.

Optimalisasi Aset sebagai Kunci

Nova menambahkan bahwa ke depannya, perusahaan harus lebih mengutamakan sumber pendapatan yang lebih pasti. Menurutnya, optimalisasi aset menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.

“Itu yang kita dorong. Pengelolaan aset ini bisa menjadikan hasil yang maksimal,” ungkapnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan perusahaan.

Penugasan Luar Bisnis Inti

Selain itu, Komisi B juga menggarisbawahi adanya penugasan di luar bisnis inti Jakpro. Menurut Nova, kondisi ini dapat berpotensi membebani kinerja keuangan perusahaan, sehingga perlu ada penyesuaian dalam strategi pengelolaan.

“Di luar dari core business-nya, tidak boleh ada lagi,” tegasnya, menekankan pentingnya fokus pada bisnis inti untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

Aset Strategis yang Perlu Dikelola

Beberapa aset strategis menjadi sorotan dalam pengelolaan Jakpro. Di antara aset tersebut adalah Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Velodrome. Aset-aset ini dinilai memiliki potensi besar dalam menghasilkan pendapatan yang stabil bagi perusahaan.

Dengan pengelolaan yang optimal, aset-aset tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Jakpro. Pendekatan ini dinilai lebih realistis daripada mencoba memperluas penugasan baru yang mungkin tidak sejalan dengan kapasitas perusahaan saat ini.

Fokus pada Beban yang Ada

“Fokus saja dengan beban yang ada sekarang,” ungkap Nova, menunjukkan bahwa penting untuk menjaga konsistensi dan tidak terbebani dengan proyek-proyek yang tidak relevan.

Beban Depresiasi Aset yang Signifikan

Komisi B juga menyoroti besarnya beban depresiasi aset yang telah mencapai ratusan miliar rupiah. Situasi ini harus seimbang dengan arus kas yang sehat agar tidak menambah beban perusahaan secara signifikan.

“Tadi disampaikan sudah depresiasi aset hampir Rp700 miliaran. Kurang lebih sampai seperti itu,” jelasnya, menunjukkan betapa pentingnya manajemen aset yang efisien dalam mendukung kelangsungan operasional.

Pentingnya Penguatan Manajemen Keuangan

Untuk itu, penguatan manajemen keuangan menjadi hal yang mendesak. Alur kas perusahaan harus dikelola secara lebih disiplin agar mampu mendukung operasional dan pengembangan usaha yang lebih baik.

Dengan fokus pada pengelolaan aset dan manajemen keuangan yang lebih baik, Jakpro diharapkan dapat menghindari kerugian besar dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan di masa depan. Semua langkah ini, tentu saja, harus diiringi dengan komitmen dari semua pihak dalam manajemen perusahaan untuk memastikan visi dan misi Jakpro tercapai secara efektif dan efisien.

Dalam menghadapi tantangan yang ada, penting bagi Jakpro untuk tidak hanya berfokus pada sekadar memenuhi penugasan, tetapi juga untuk mengembangkan potensi aset yang ada dan menciptakan model bisnis yang lebih tahan banting. Dengan demikian, Jakpro dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian DKI Jakarta dan masyarakat secara keseluruhan.

➡️ Baca Juga: Luncurkan Jersey Timnas Indonesia Terbaru dari Kelme, Malam Ini Pukul 20.00 WIB!

➡️ Baca Juga: Temukan Titik Lokasi Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Kota Bandung Secara Lengkap

Exit mobile version