DLH KBB Mengungkap Temuan Pembuangan Limbah Pabrik Aci ke Sungai Cidadap

Dalam beberapa pekan terakhir, perhatian masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) tertuju pada Sungai Cidadap, yang mengalami perubahan signifikan dalam kualitas airnya. Temuan ini mencuat setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB mendapati adanya aliran limbah dari pabrik tepung tapioka yang mencemari sungai tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga setempat, dan menuntut tindakan cepat dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah pencemaran yang berpotensi merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Temuan Pencemaran oleh DLH KBB

DLH KBB melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai perubahan warna air Sungai Cidadap yang kini berwarna hitam. Kepala DLH KBB, Ibrahim Aji, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) untuk melakukan verifikasi di lapangan.

“Kita sudah menurunkan tim untuk memeriksa kondisi sungai dan mengumpulkan data yang diperlukan,” jelas Aji dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.

Pemeriksaan Lapangan dan Temuan Awal

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas DLH menemukan adanya aliran air dari area produksi pabrik tepung tapioka yang mengarah langsung ke Sungai Cidadap. Sayangnya, saat tim melakukan inspeksi, pemilik pabrik tidak berada di lokasi, sehingga belum dapat memberikan klarifikasi mengenai aktivitas produksi dan sumber pencemaran tersebut.

“Kami melihat adanya aliran air dari area produksi yang mengalir ke sungai. Namun, saat kami tiba, pemilik usaha tidak ada di tempat,” lanjut Aji.

Langkah Selanjutnya dari DLH KBB

Dalam rangka menindaklanjuti temuan ini, DLH KBB akan memanggil pemilik pabrik untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai situasi yang terjadi. Pemanggilan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Aji menegaskan bahwa mereka berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut dan memastikan bahwa tindakan yang tepat diambil untuk mengatasi masalah pencemaran ini. “Kami akan meminta klarifikasi dari pemilik pabrik aci terkait temuan ini,” ujarnya.

Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Kualitas Air

Warga Kampung Cihurang, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, menyampaikan kepedulian mereka terhadap kondisi Sungai Cidadap yang kini berwarna hitam. Mereka mencurigai bahwa perubahan tersebut terkait dengan aktivitas industri di sekitar sungai.

Salah satu warga, Mbep, mengungkapkan bahwa masalah ini bukanlah hal baru bagi mereka. “Kami sudah lama mengeluhkan kondisi ini. Banyak pabrik yang beroperasi di sekitar Sungai Cidadap, dan ini sudah menjadi masalah klasik,” ujarnya saat dihubungi.

Pentingnya Sungai Cidadap Bagi Komunitas

Warga setempat memanfaatkan Sungai Cidadap untuk berbagai kebutuhan, terutama dalam sektor pertanian. Dengan musim kemarau yang melanda, keberadaan air yang bersih sangat krusial bagi masyarakat.

“Air sungai sempat berubah menjadi hitam. Saat ini, meskipun tidak terlalu parah, kami tetap khawatir. Perubahan ini kemungkinan disebabkan oleh limbah dari pabrik di Cihurang,” tambah Mbep.

Upaya Masyarakat dalam Mengatasi Pencemaran

Warga telah berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas air sungai mereka. Mereka berharap pihak berwenang dapat mengambil langkah yang lebih tegas untuk mengatasi masalah ini. Beberapa langkah yang diharapkan oleh masyarakat antara lain:

Dengan adanya upaya bersama antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan kualitas air Sungai Cidadap dapat kembali pulih dan aman untuk digunakan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi kunci untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi setiap individu yang bergantung pada sumber daya air tersebut.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Temuan mengenai pembuangan limbah pabrik aci ke Sungai Cidadap menunjukkan betapa pentingnya pengawasan yang ketat terhadap industri, terutama yang berpotensi mencemari lingkungan. DLH KBB telah mengambil langkah awal dengan melakukan verifikasi dan berencana untuk memanggil pemilik pabrik. Namun, kesadaran masyarakat dan tindakan kolektif juga sangat penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Sungai Cidadap dapat kembali menjadi sumber kehidupan yang bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar. Menghadapi tantangan pencemaran yang ada, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama demi lingkungan yang lebih baik.

➡️ Baca Juga: Pekerja Informal Dapat Miliki Rumah, Simak Skema dan Cara Mendapatkannya

➡️ Baca Juga: PBB Siap Melaksanakan Pemungutan Suara Terkait Resolusi Selat Hormuz

Exit mobile version