Peningkatan kapasitas transportasi barang di Sungai Barito merupakan langkah strategis yang diambil oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Selatan, PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers). Dengan target kapasitas angkut yang meningkat dari 60 juta ton per tahun menjadi 150 juta ton, langkah ini diharapkan dapat mendukung arus logistik yang lebih efisien dan aman. Di tengah tantangan logistik yang terus berkembang, Ambapers berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan transportasi barang yang semakin meningkat.
Peningkatan Kapasitas Angkut
Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas angkut tersebut merupakan hasil dari pengelolaan alur pelayaran yang lebih terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kapal serta menjaga tingkat keamanan yang optimal. Dalam acara peringatan HUT ke-22 Ambapers di Banjarmasin, ia menekankan pentingnya peran alur pelayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi di daerah.
Komitmen terhadap Kualitas Layanan
Ambapers, sebagai badan usaha pelabuhan yang memegang konsesi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan alur pelayaran komersial di Sungai Barito. Sungai ini menjadi salah satu jalur logistik utama di Kalimantan Selatan yang mendukung berbagai sektor ekonomi.
- Peningkatan kapasitas angkut dari 60 juta ton menjadi 150 juta ton per tahun.
- Peningkatan kedalaman alur minimal menjadi minus lima meter low water spring (LWS).
- Optimalisasi waktu operasional alur yang meningkat dari enam hingga delapan jam per hari.
- Penurunan angka kecelakaan pelayaran dari 12 menjadi dua kasus per tahun.
- Program Sungai Hijau untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan pelayaran.
Manfaat bagi Ekonomi Daerah
Peningkatan kapasitas angkut ini memungkinkan puluhan kapal besar untuk melintas setiap hari, mengangkut berbagai jenis muatan seperti batu bara, crude palm oil (CPO), pupuk, dan kontainer. Dengan adanya pengelolaan yang lebih baik, distribusi barang menjadi lebih aman dan efisien, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Keamanan Pelayaran yang Ditingkatkan
Dalam hal keselamatan, Ambapers telah berhasil menekan angka kecelakaan pelayaran di alur Sungai Barito. Dalam lima tahun terakhir, terjadi penurunan angka kecelakaan dari rata-rata 12 kasus per tahun menjadi hanya dua kasus. Penerapan sistem pemantauan pergerakan kapal secara 24 jam menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai tujuan ini.
Inisiatif Lingkungan yang Berkelanjutan
Selain fokus pada aspek kapasitas dan keselamatan, Ambapers juga aktif dalam menjalankan program Sungai Hijau. Program ini mencakup kegiatan pembersihan sempadan sungai dan restorasi ekosistem, yang telah berhasil memulihkan lebih dari 15 kilometer kawasan tepian Sungai Barito. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan lingkungan serta keselamatan pelayaran dalam jangka panjang.
Peran Strategis BUMD dalam Perekonomian
Zulfadli menambahkan bahwa kontribusi Ambapers terhadap perekonomian daerah diperkirakan mencapai sekitar 2,3 persen dari produk domestik regional bruto Kalimantan Selatan pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola alur, tetapi juga sebagai pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Sinergi dengan Pemangku Kepentingan
Keberhasilan dalam meningkatkan kapasitas angkut barang di Sungai Barito tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara berbagai pihak. Baik pemerintah pusat melalui PT Pelabuhan Indonesia, pemerintah daerah melalui PT Bangun Banua Kalsel, serta para pemangku kepentingan lainnya, semua berkontribusi untuk memperkuat peran Sungai Barito sebagai jalur logistik strategis. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan ekonomi dan pelayanan yang lebih baik.
Penutup
Dengan semua pencapaian yang telah diraih, PT Ambang Barito Nusapersada menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kapasitas angkut barang di Sungai Barito. Melalui pengelolaan yang efisien dan perhatian terhadap keselamatan serta lingkungan, Ambapers tidak hanya berperan sebagai pengelola, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi di Kalimantan Selatan.
➡️ Baca Juga: PGRI Jawa Tengah Tegaskan Pentingnya Standardisasi Gaji untuk Guru PPPK
➡️ Baca Juga: Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditetapkan Tersangka dan Ditangkap oleh Kejagung
