Sterilisasi Pelabuhan Resmi Diterapkan untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ketertiban ASDP

Pelabuhan Merak, sebagai salah satu titik penyeberangan tersibuk di Indonesia, kini memasuki era baru dalam pengelolaan keselamatan dan ketertiban. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah resmi menerapkan kebijakan sterilisasi kawasan pelabuhan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan ketertiban aktivitas di pelabuhan, menjadikannya lebih teratur dan aman bagi seluruh pengguna layanan.
Penerapan Sterilisasi di Pelabuhan
Penerapan sterilisasi di pelabuhan dilakukan dengan cara yang sistematis, melalui pengaturan dan pembatasan akses bagi individu maupun kendaraan yang ingin masuk ke area pelabuhan. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2021 mengenai Zonasi Kawasan Pelabuhan untuk Angkutan Penyeberangan.
Melalui pengaturan ini, setiap pengunjung atau pekerja yang beraktivitas di area pelabuhan diharapkan memiliki kepentingan yang jelas dan dapat diidentifikasi. Dengan cara ini, kontrol dan pengawasan terhadap akses ke area operasional dapat dilakukan dengan lebih efektif, sehingga mengurangi potensi gangguan keamanan serta risiko keselamatan, sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.
Komitmen ASDP dalam Meningkatkan Keamanan Pelabuhan
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa langkah sterilisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat budaya keselamatan dan meningkatkan tata kelola di kawasan pelabuhan.
“Dengan tingginya aktivitas dan mobilitas masyarakat di Pelabuhan Merak setiap harinya, penting bagi kita untuk mengelola akses ke area pelabuhan dengan tertib. Setiap individu yang berada dalam kawasan ini harus dapat teridentifikasi dan aktivitasnya diawasi. Tujuan utama kami adalah menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih aman, teratur, dan nyaman bagi semua pengguna jasa,” jelas Heru.
Persiapan dan Koordinasi dalam Penerapan Sterilisasi
Dalam mendukung penerapan sterilisasi, ASDP telah melakukan persiapan secara bertahap. Ini mencakup sosialisasi kepada pengguna jasa serta pihak-pihak yang beraktivitas di pelabuhan, pengaturan akses pintu masuk dan keluar, penguatan pemeriksaan akses, dan patroli rutin bersama aparat keamanan. Seluruh proses ini juga terus dikoordinasikan dengan regulator dan semua pemangku kepentingan terkait.
Penataan Aktivitas Pedagang di Pelabuhan
Salah satu aspek penting dari sterilisasi adalah penataan aktivitas perdagangan di dalam kawasan pelabuhan. Penataan ini bertujuan agar setiap pedagang yang beroperasi di area tersebut dapat terdata dan teridentifikasi dengan jelas. Dengan demikian, aktivitas perdagangan tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu aspek keselamatan, keamanan, operasional, serta kenyamanan pengguna jasa.
ASDP berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan pedagang dan organisasi yang menaungi mereka. Sosialisasi dilakukan secara berkala untuk menjelaskan ketentuan akses, penggunaan identitas, tata tertib, serta regulasi yang berlaku di Pelabuhan Merak.
Klarifikasi Mengenai Pembayaran oleh Pedagang
Terkait dengan informasi yang beredar mengenai adanya pembayaran sebesar Rp650 ribu oleh pedagang, ASDP ingin menegaskan bahwa pembayaran tersebut bukan merupakan pungutan yang dikenakan oleh ASDP dan tidak termasuk dalam tarif atau pendapatan perusahaan.
Berdasarkan klarifikasi yang telah dilakukan bersama pihak terkait, pembayaran tersebut merupakan bagian dari pengelolaan internal yayasan yang menaungi para pedagang. Pembayaran ini mencakup kebutuhan fasilitas dan identitas pedagang, seperti rompi, ID card, BPJS Ketenagakerjaan, seragam, dan perlengkapan lainnya.
Pentingnya Penggunaan Identitas bagi Pedagang
Penggunaan identitas bagi pedagang sangat penting dalam mendukung penataan akses di kawasan pelabuhan. Dengan identitas yang jelas, pihak-pihak yang melakukan aktivitas perdagangan dapat dikenali dan terdata. Hal ini membantu pengawasan serta menjaga ketertiban di area pelabuhan.
Fokus utama ASDP adalah memastikan bahwa setiap aktivitas di kawasan pelabuhan memenuhi ketentuan akses, keselamatan, keamanan, dan ketertiban yang berlaku. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan lingkungan pelabuhan dapat menjadi lebih aman bagi semua pihak.
Kolaborasi untuk Keberhasilan Sterilisasi
Heru menegaskan bahwa keberhasilan program sterilisasi kawasan pelabuhan tidak dapat dicapai hanya oleh ASDP saja. Diperlukan kolaborasi yang solid antara regulator, aparat keamanan, operator kapal, organisasi dan komunitas pedagang, serta seluruh pihak yang beraktivitas di dalam kawasan pelabuhan.
Dengan menjalin kerja sama yang baik, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih baik, demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa. Aktivitas di pelabuhan yang teratur dan aman adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang disediakan.
Melalui penerapan kebijakan sterilisasi ini, PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengedepankan keselamatan serta kenyamanan dalam setiap aspek operasional. Dengan demikian, Pelabuhan Merak diharapkan dapat menjadi model bagi pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia dalam hal pengelolaan yang aman dan tertib.
➡️ Baca Juga: Laptop Second Berkualitas Tinggi Harga 2 Jutaan Ideal untuk Admin Toko Online
➡️ Baca Juga: Pendaftar SNBT di Itera Meningkat 12 Persen Menjadi 18.130 Calon Mahasiswa




