Bank Jakarta Salurkan Bantuan untuk Sahabat Disabilitas dalam Memperingati HUT ke-65

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-65, Bank Jakarta menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat dengan memberikan bantuan pelatihan yang mendukung sahabat disabilitas melalui Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI). Inisiatif ini bukan hanya sekedar perayaan, tetapi sebuah langkah nyata untuk memberdayakan individu dengan disabilitas agar lebih mandiri dan bersaing di dunia kerja.
Bantuan yang Diberikan secara Simbolis
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, kepada Ketua Pembina Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia, Suty Karno. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) yang terletak di Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam acara ini, Ateng menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-65 bank dan merupakan wujud nyata kepedulian mereka terhadap pemberdayaan masyarakat.
Komitmen terhadap Pemberdayaan Disabilitas
Ateng menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, serta memperkuat daya saing mereka di pasar kerja. “Pemberian bantuan ini merupakan bagian integral dari komitmen kami untuk menghadirkan manfaat sosial yang inklusif,” ungkap Ateng. Ia menegaskan bahwa perayaan ulang tahun Bank Jakarta tidak hanya dilakukan secara seremonial, melainkan juga direalisasikan melalui aksi nyata yang memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
Ruang Akses yang Lebih Baik untuk Sahabat Disabilitas
Dalam kegiatan ini, Ateng menambahkan bahwa melalui momentum HUT ke-65, Bank Jakarta berusaha untuk memperluas manfaat yang dapat diperoleh oleh sahabat disabilitas. “Dukungan ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan akses yang lebih baik terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang agar mereka dapat mandiri dan berdaya,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosialnya.
Pemberdayaan sebagai Pilar Pembangunan Berkeadilan
Ateng menekankan pentingnya pemberdayaan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, sebagai bagian dari pembangunan yang berkeadilan. Ia menyatakan, “Bank Jakarta ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong terciptanya ekosistem yang lebih inklusif.” Ini mencerminkan visi jangka panjang bank dalam menciptakan lingkungan yang mendukung semua lapisan masyarakat.
Respon Positif dari Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia
Ketua Pembina Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia, Suty Karno, menyambut baik kunjungan Bank Jakarta beserta bantuan yang diberikan. Ia mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh Bank Jakarta, yang dianggap memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan kapasitas para peserta pelatihan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bank Jakarta. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung sarana pelatihan dan memperkuat program pemberdayaan yang kami jalankan bagi sahabat disabilitas,” jelasnya.
Dukungan Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Disabilitas
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan salah satu rangkaian perayaan HUT Bank Jakarta. Fokus utama dari perayaan ini adalah pada nilai-nilai kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya kelompok disabilitas yang merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif.
Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia: Misi dan Visi
Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI) didirikan oleh Suty Karno dengan tujuan utama untuk memberdayakan dan menciptakan solidaritas bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Yayasan ini aktif dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada pelatihan kerja, aksi sosial, dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan Pemberdayaan yang Dilakukan oleh YaSDI
YaSDI secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja penyandang disabilitas, antara lain:
- Pelatihan kerja yang dirancang sesuai kebutuhan pasar.
- Audiensi dengan pihak pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan.
- Aksi sosial seperti sunatan massal bagi anak-anak disabilitas.
- Program pengembangan keterampilan kreatif dan teknis.
- Kegiatan sosial yang melibatkan komunitas untuk meningkatkan partisipasi.
Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas jaringan sosial bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, mereka dapat lebih mudah berintegrasi ke dalam masyarakat.
Pentingnya Aksi Nyata dalam Pemberdayaan Disabilitas
Pemberdayaan sahabat disabilitas melalui program-program yang dirancang dengan hati-hati sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Upaya yang dilakukan oleh Bank Jakarta dan YaSDI menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi non-profit dapat memberikan dampak yang signifikan. Inisiatif ini tidak hanya membantu individu dengan disabilitas untuk mengembangkan keterampilan kerja, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi lebih dalam masyarakat.
Kesadaran akan Perlunya Inklusi Sosial
Inisiatif seperti yang dilakukan oleh Bank Jakarta dan YaSDI harus menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang inklusif. Kesadaran akan pentingnya mengintegrasikan penyandang disabilitas dalam semua aspek kehidupan masyarakat perlu terus ditingkatkan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari keterbatasan fisik atau mental, memiliki akses yang sama terhadap peluang dan sumber daya.
Kesimpulan
Dengan komitmen yang kuat terhadap pemberdayaan masyarakat, Bank Jakarta tidak hanya merayakan ulang tahunnya dengan cara yang konvensional, tetapi juga dengan memberikan kontribusi yang berarti bagi sahabat disabilitas. Dukungan yang diberikan melalui Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia adalah langkah penting menuju pencapaian masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan. Melalui kolaborasi dan aksi nyata, diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung semua individu untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal.
➡️ Baca Juga: Kalsel Targetkan Penyelesaian Jembatan Pulau Laut dan Stadion Internasional pada 2028
➡️ Baca Juga: Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik Drastis, Apa Dampaknya?



